Tuesday, 9 May 2017

Perahu Kayu

Lalu aku melambaikan tangan. Semilir angin kearah laut, membuat layarnya terus kembang melaju kencang semakin jauh ke tengah. Pada sebuah senja aku masih berdiri diam sambil menatap lamat-lamat bayang nya seperti menghilang ditengah samudera. Lalu hanya ada suara desis angin di telingaku, debur ombak seperti gemuruh yang menghantam kuat di dadaku, lalu ku tahan sambil terus berdiri diam. Sayup-sayup suara adzan maghrib serasa panggilan menyuruh ku pulang. Aku melangkah dari dermaga kayu itu, berhenti sejenak pada tumpukan kayu yang ingin aku jadikan perahu. Entah sudah berapa musim tergeletak disitu, tak pernah aku selesaikan. Di hatiku aku takut, hanya takut. Lalu dengan mata sembab aku pulang. Barangkali ibu sudah cemas menunggu dirumah, ini sudah maghrib ketiga. Tak ada yang lain lagi ditunggu selain diriku sendiri.

Thursday, 29 December 2016

Hey! Selamat yah

Desember terkadang memang menjadi bulan yang sangat-sangat jarang untuk aku nikmati beberapa tahun belakangan ini. Kesibukan bukanlah alasan yang tepat untuk hanya sekedar “Say Hi” pada sahabat-sahabat. Terlebih lagi ini bulan yang begitu istimewa untuk kamu. Iya kamu.

Wanita itu, menjadi semakin cantik ketika sudah menjadi istri orang yah, hahaha. Ingin ketawa sendiri mengingat aku adalah orang yang mendapat predikat suka gangguin istri orang di kantor. Nah salahnya dimana coba? Lah istri orangnya mau-mau aja diganggu. Kalo ngga diganggu malah pengen diganggu.

Thursday, 25 August 2016

Cara Lelaki Patah Hati

Hari ini selasa, ketika kemaren terasa semua berantakan disepanjang hari ketika salah seorang teman mengirim sebuah pesan pendek dipagi hari, disaat itu aku sedang sarapan pagi sambil menunggu kantor pengurusan surat izin mengemudi buka. Isinya ringkas, tapi rasanya cukup membuat hari itu terasa tergesa, detik jam yang dilihat pada hari biasa serasa pelan. Namun setelah pesan itu masuk, jarum menit serasa jarum detik kecepatan geraknya.

Skripsi kamu sudah jilid?
Hari ini dikumpul terakhir,
Kalo engga nanti nilai ngga keluar.

Tuesday, 28 June 2016

Sementara, bersabarlah..


Sementara, teduhlah hatiku
Tidak lagi jauh, belum saatnya kau jatuh
Sementara, ingat lagi mimpi
Juga janji-janji jangan kau ingkari lagi

Percayalah hati, lebih dari ini pernah kita lalui
Jangan henti disini..

Thursday, 2 June 2016

Hey han! Lets write something


Barangkali cukup! untuk prolog ngga penting setiap kali ada postingan baru setelah berbulan-bulan diblog ini, alasannya yah pasti sibuk kerja. Tapi rasanya itu bukan alasan yang cukup tepat untuk tidak lagi menulis walau hanya beberapa paragraf. Saya sudah keluar dari sebuah proyek yang super duper sibuk dibandingkan dengan semua proyek yang saya pernah berpartisipasi didalamnya nyaris genap selama 6 tahun. Oh god, rasanya sebentar lagi mau UN, yaah kalo saya ngulang lagi dari SD saya udah lulus lagi tahun ini. Belum ada satupun postingan diblog ini nyaris 6 bulan. Setengah tahun ternyata. Entah kenapa terlalu banyak angka 6 disini, jika dilihat lagi kebelakang ini postingan pertama ditahun 2016 dan juga postingan pertama setelah 6 tahun ngeblog. Sebelum 2010 saya juga pernah bikin blog tapi ngga tau kemana.

Enam bulan bukan waktu yang sebentar, begitu banyak jejak barangkali yang sudah saya tapaki, begitu banyak benci, tawa, cerita, rencana yang barangkali hanya tinggal rencana. Yang saya tau 3/4 dari waktu 6 bulan tersebut saya habiskan duduk disebuah meja sudut kantor disebuah tempat yang bernama indarung. Tempat itu rasanya bukan lagi seperti sebuah kantor, tapi sudah seperti sebuah rumah karantina, rasanya kalo ini adalah sebuah kompetisi saya ngga pengen jadi juara, saya pengen kasih liat kemampuan terburuk saya sampai akhirnya sayalah yang tersisih antara semua kompetitor yang lain. Dan entah kenapa harapan saya terkabul. Kadang hal sekilas yang tampak buruk bisa jadi hal manis yang bakalan kita lalui. Entahlah.