Wednesday, 25 July 2012

Risalah Rambut


Sebelumnya perhatiin dulu rambut siUNYU satu ini, dengan mata belo dan rambut ngga jelasnya, *dari orok emang rambut gue ngga jelas*


lagi sama ibu
setiap ngeliat foto ini ayah selalu berkata "didepan kantor gubernur pekan baru"

Dari dulu,
aku ulangin, DARI DULU, masalah rambut ngga pernah habis dalam kehidupan aku,  dimulai dari jenis rambutku, jenis yang ngga jelas banget, lebih mirip rambut landak ketimbang rambut manusia, cacian? Tentu saja seenak dengkulnya melayang,

“kalo lomba nangkep kerupuk pasti kamu menang pi”
“kalo ujan tahu, pasti kamu yang banyak dapet pi”
“kalo cicak nimpuk kepala kamu, pasti langsung mati pi”
“kalo balon kena kepala kamu, pasti meledak pi”
“kalo dibiarin terus, rambutnya runcing-runcing ya pi nyampe kelangit?”
“siram pestisida aja pi biar layu”
“kalo ngga, minum aja sekalian pestisidanya”

Kata-kata itu aku kumpulkan dan aku simpan dengan rapi selama lebih dari 10 tahun, aku gunakan sebagai motivasi, saat aku mulai terbebas dari segala macam peraturan rambut.
Aku mulai risih dengan masalah rambut ketika sudah masuk sekolah, di SD segala macam tentang urusanku, harus mengikuti peraturan dirumah, (ya iyalah, kalo ngga ngikut bisa diusir gue dari rumah), dan berujung pada rambut, setiap kali pamitan, pergi motong rambut, ayah selalu mewanti-wanti,

“bilangin sama tukang potong rambutnya, ‘potongan tentara’,”

karnaval 17 agustus -__-
Dan aku mengikuti segala petuah ayah, apapun itu, potongan tentara yang ayah maksud ialah, “cepak”, kurang lebih, sejenis rambutnya tukul, yahh, aku adalah tukulista bahkan jauh sebelum tukul terkenal, perlu diketahui, sejak aku SD jika ingin potong rambut aku pergi sendiri, tak adalagi yang namanya ditemenin, dan waktu itu aku ngga terlalu memperhatikan penampilan, tali sepatupun  masih ibu yang mengikatkan, aku taunya yah berangkat kesekolah, dan tibalah disuatu masa, aku mulai muak dengan rambutku sendiri, yang berdiri ngga jelas, runcing-runcing lagi, akupun mulai misuh-misuh sendiri dengan penampilan seperti ini, dan mulai berargumen ditengah-tengah keluarga yang waktu itu belum demokratis, dan akhirnya aku berganti gaya rambut, karena waktu itu lagi ngetrend banget rambut belah pantat, akupun dapat kebebasan memanjangkan sedikit rambut ini, dan bukannya mirip belahan pantat, malah aku jadi cowok ponian dikelas 5 SD,
aku punya temen cewek, dia selalu juara satu mulai dari kelas 1 sampai kelas 6, dia adalah temen cewek tempat aku saling bertukar majalah bobo, yupp benar , aku masih mengkonsumsi majalah bobo disaat kelas 5 SD, nama temenku itu leni, dia punya sedikit poni, dan waktu kelas 5 SD, aku duduk dibelakangnya, kami sering sekali ngobrol.



rambut belah pantat yang gagal
“ eh fi, kamu ngga risih sama poni sepanjang itu?”


Pertanyaan yang sama dia ulang setiap pagi sepanjang tahun selama kelas 5 SD, dan aku akan dengan senang hati menjawabnya, karena aku sangat senang dengan rambut poni ini.

Sampainya dikelas 6 ngga tau kenapa, aku ingin punya rambut pendek, ngeliat teman-teman aku yang rambutnya pendek dan aku punya keinginan besar punya rambut pendek, yang tak pernah aku sadari sebelumnya adalah, rambutku sangat jauh berbeda dengan teman-temanku kebanyakan, jika rambutku pendek, bisa dipastikan rambutku akan berdiri dengan tegapnya kemana-mana, tak seperti kebanyakan orang yang kadang rambutnya cuma sepanjang 1 cm, tapi masih bisa patuh pada tuannya, mau diapain juga tuh rambut, tapi tidak untuk rambutku, walau panjangnya 3 cm sekalipun, diatur kekiri dia akan berdiri dengan indahnya, akhirnya ijazah SD ku yang menjadi korban, karena disana ada foto anak terlantar dengan arah rambut kemana-mana, rambutku membentuk sebuah bangun ruang, yang volumenya hanya bisa dicari dengan rumus irisan kerucut!

Ditahun aku Mtsn, betapa mengerikannya punya rambut belah pantat, potongan rambut itu tak lagi ngetrend, malah terlihat norak dan kurang kotaan, dari beberapa siswa yang aku lihat, jaman itu lagi ngetren model rambut tintin, dimana hanya bagian depan dibuat berdiri, sepertinya keren, akupun mencoba potongan rambut itu, dengan pergi ke tempat biasa potong rambut, dengan mengatakan kode 2-1-2 wiro sableng, nggak lah ding, 2-1-2 maksudnya, 2 cm didepan, 1 cm tengah, dan 2 cm belakang, yang aku tak sadar itu akan membuat lebih mirip helm prajurit perang, but trust me! That not work to me!, ketika ngaca dirumah pagi-pagi sebelum berangkat sekolah, tuh rambut dipakein sedikit gel, memang pagi itu patuh banget tuh rambut, sedikit sukses, tapi ketika akan siang disekolah, nih rambut bertransformasi sendirinya tanpa disuruh, bukan hanya depannya yg berdiri, tapi semuanya berdiri nunjuk langit, OH RAMBUT! APA SALAH GUE!!!!.



mohawk gue sama iam yang juga gagal
Dan peraturan lebih ketat lagi terjadi tatkala aku mulai masuk STM, rambut belakang ngga boleh ngelewatin kerah baju, samping ngga boleh nutupin telinga, dan depan ngga boleh ngelewatin alis, potongan rambut jenis apa yang harusnya aku pakai?, sedangkan rambut ini jika memakai peraturan diatas, aku akan terlihat seperti membawa sarang tawon kemana-mana, kepalaku terlihat seperti tak normal karena terlihat lebih besar karena rambut runcing dan ngembang kemana-mana, karena waktu itu aku adalah ababil yang lagi demen-demennya sama musik punk waktu itu, memutuskan untuk menunjuk nazmul, temenku satu kelas untuk motongin rambutku, salah satu keuntungannya, aku cukup membelikannya beberapa batang rokok saja, kalo ketempat potong rambut kan mahal, apa lagi tampang aku lebih tua dari umur, jadi kalau tidak memakai seragam, atau memakai baju bebas untuk pergi potong rambut, pasti dikenakan biaya untuk orang dewasa.
Karena nazmul yang motongin rambut aku, maka yang cocok untuk peraturan sekolah adalah, MOHAWK, dan selama hampir 2 tahun, aku punya rambut seperti itu, pelampiasannya adalah ketika magang selama 6 bulan, aku sedikitpun tak mau memotong rambut, dan aku punya rambut yang panjang selama hampir 2 bulan, karena 4 bulan pertama proses pemanjangan, dan semua keluarga misuh-misuh yang risih melihat rambutku, ayah berada dibarisan nomor satu sebagai orang yang sangat tidak setuju dengan keadaan rambutku yang merambat kemana-mana, kalau ibu terkadang tidak suka, tapi terkadang kalo ayah marah malah ibu membela, ngga tau juga ibu sebenarnya mendukung atau melarang aku punya rambut panjang.





ABABIL ketika magang
Dan ketika kembali kesekolah, habis magang, say goodbye pada rambut panjang, karena Pak chong, guru nomor satu sebagai orang yang sangat tidak setuju dengan rambut panjang,  kemana-mana pasti bawa gunting, jadi kalau papasan sama dia, dan dia tidak suka, tuh rambut kalo panjang langsung dijambak dan digunting secara random, sehingga, pada akhirnya harus punya rambut semi botak.
Aku sudah memotong rambut saat kembali dari magang, tapi masih terlihat sedikit panjang, maka seperti biasanya, razia rambut besar-besaranpun dilaksanakan ketika semua siswa magang kembali kesekolah, apalagi ada ujian semester 5, memang biasanya ketika akan ujian akan ada Razia dengan mendatangi semua kelas, dan aku, Iam, dan Ryan adalah beberapa orang yang menjadi korban razia Pak Chong, dengan sadis rambutku dipotong, tanpa peduli baru kemaren aku memotong rambut, dan hari ini dikatakannya rambutku tidak memenuhi syarat buat ujian
salah satu korban Pak Chong, *bukan kepala gue*


pulang sekolah, aku, Iam dan Ryan, langsung ketukang potong rambut, dan membuat keputusan terhebat sepanjang masa, yaitu kompak bertiga untuk membuat kepala ini semi botak, dan itulah yang kami lakukan, dan akhirnya kami menjadi TRIO SEMBOT, yaitu trio semi botak. Untuk pertama kalinya aku mencoba semi botak, dan itu sangatlah tidak cocok dengan struktur wajahku.
Setiap kali melihat cermin, aku menyadari beberapa hal, ternyata aku yang dari dulu selalu dibilang ibu cakep, ternyata jelek!



semi botak sama iam, Ryan nya ngga ada
Dan pelampiasannya adalah, tamat dari STM, aku membuat keputusan tidak akan memotong rambut selama satu tahun, dan tentulah, orang nomor satu yang menentangku adalah ayah, tapi aku dapat satu senjata ampuh untuk membuat ayah berhenti menyuruhku memotong rambut seiap hari.
Ayah selalu bangga dengan fotonya yang beberapa puluh tahun lalu, bahkan foto itu masih hitam putih, difoto itu ayah terlihat seperti salah satu personil the beatles, rambutnya panjang, dan ayah selalu menaruh foto itu ditempat yang terlihat dari segala penjuru, karena ingin pamer pada siapapun yang datang kerumah, dan oleh sebab itu maka penjajahan atas rambutku yang tak boleh panjangpun berakhir, setiap kali ayah menyuruhku memotong rambut, aku menunjuk foto ayah itu, lalu ayah diam.



Ahirnya aku bebas dari segala macam peraturan rambut, sampai statusku adalah seorang karyawan disebuah perusahaan BUMN, karena aku bekerjanya diproyek, maka tak ada peraturan rambut disini, banyak yang nyuruh motong, mulai dari rekan kerja,  keuangan, project manager, sampai General Manager juga pernah menyindir, tapi aku tetap pada pendirianku, pekerjaanku tak ada urusannya dengan rambut. Jadi terima sajalah.


setelah setaun berambut panjang, tampang gue jadi begini
Setelah setahun punya rambut panjang, akupun mulai risih, aku berfikir alangkah repotnya menjadi cewek yang rambutnya jauh lebih panjang dari rambutku, shampo cepet banget abisnya. Belum lagi kalo masuk ketelinga jadi geli-geli gitu, lagi kerja didepan laptop, poninya ngerepotin banget, aku jadi bertanya, apa yang sebenarnya aku inginkan?, kalo rambut pendek berdiri semua, rambut panjang ngerepotin, bahkan sampai saat inipun, aku belum bisa menentukan potongan  rambut seperti apa yang sebenarnya aku inginkan!

Pelampiasan tamat sekolah PART 1

Pelampiasan tamat sekolah PART  2
Rambut gue juga pernah begini
OH, HAIR!!! YOU DRIVE ME CRAZY!!!

TAMPANG DAN RAMBUT GUE, KETIKA POSTINGAN INI DILUNCURKAN

15 comments:

  1. wahaha kocak bro.. kok bisa yah dari lancip gitu jadi poni lurus banget. beda sama gue -_-
    coba diraut dikit bro biar lancip lagi~

    -visit back yaa http://keriba-keribo.blogspot.com/

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha

      emang pensil diraut, wkwkwkwkwkwk

      Delete
  2. yahaa.. itu foto yang nomor 2 terakhir panjang banget rambutnya :O kenapa gak dilandakin lagi aja bang?
    kan lebih rapi.. hoho

    btw aku waktu sd juga langganan bobo, sampe kelas 6 malah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. menurut gue, kalo gue pakai rambut landak, jadi aneh -___-


      vivi kan cewek, ya wajarlah sampai kelas 6 mengkonsumsi majalah bobo!
      NAH GUEE???

      Delete
  3. selamat malam, mari mampir n jangan lupa follow maka saya akan follow back..
    hxxp://rizkyadipranata04.blogspot.com
    jangan lupa adiknya ia ehehhehe
    hxxp://ceritaanakingusan.blogspot.com

    ReplyDelete
  4. model rambutnya bener2 gokil2.. yang paling saya suka model rambut waktu masih bayi dan model waktu dewasanya..

    ReplyDelete
  5. asooyyyy

    makasih mbak, baru mbak yang bilang rambut saya keren :D

    ReplyDelete
  6. Hihi aku baca tulisannya baru setengah, lebih tertarik liat gambarnya. Hehe.. Rambutnya keren, Kak.. Aku orang keberapa nih yang bilang? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. aduuhhh, jadi malu rambutnya dibilang keren!! :D

      Delete
  7. yang saya bingung adalah ini postingan harus bener2 bersabar, karena butuh (berapa tahun tuh buat bikin foto dari kecil sampe besar) waktu yang sedikit buatnya.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. butuh waktu 20 tahun lebih om, bikin postingan ini,,

      hehehehehe

      Delete
  8. Rambut yang dikuncir itu keren =D kaya jepang-jepang gmana gitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. waahhhh jadi galau milih model rambut heheheh


      makasih makasihh :D

      Delete
  9. nyahahahahaha....gondrong ponytail...
    ya ampun..ya ampun..ya ampun...

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini kenapa seperti menghina yaa -___________-

      Delete