Thursday, 25 August 2016

Cara Lelaki Patah Hati

Hari ini selasa, ketika kemaren terasa semua berantakan disepanjang hari ketika salah seorang teman mengirim sebuah pesan pendek dipagi hari, disaat itu aku sedang sarapan pagi sambil menunggu kantor pengurusan surat izin mengemudi buka. Isinya ringkas, tapi rasanya cukup membuat hari itu terasa tergesa, detik jam yang dilihat pada hari biasa serasa pelan. Namun setelah pesan itu masuk, jarum menit serasa jarum detik kecepatan geraknya.

Skripsi kamu sudah jilid?
Hari ini dikumpul terakhir,
Kalo engga nanti nilai ngga keluar.

Tuesday, 28 June 2016

Sementara, bersabarlah..


Sementara, teduhlah hatiku
Tidak lagi jauh, belum saatnya kau jatuh
Sementara, ingat lagi mimpi
Juga janji-janji jangan kau ingkari lagi

Percayalah hati, lebih dari ini pernah kita lalui
Jangan henti disini..

Thursday, 2 June 2016

Hey han! Lets write something


Barangkali cukup! untuk prolog ngga penting setiap kali ada postingan baru setelah berbulan-bulan diblog ini, alasannya yah pasti sibuk kerja. Tapi rasanya itu bukan alasan yang cukup tepat untuk tidak lagi menulis walau hanya beberapa paragraf. Saya sudah keluar dari sebuah proyek yang super duper sibuk dibandingkan dengan semua proyek yang saya pernah berpartisipasi didalamnya nyaris genap selama 6 tahun. Oh god, rasanya sebentar lagi mau UN, yaah kalo saya ngulang lagi dari SD saya udah lulus lagi tahun ini. Belum ada satupun postingan diblog ini nyaris 6 bulan. Setengah tahun ternyata. Entah kenapa terlalu banyak angka 6 disini, jika dilihat lagi kebelakang ini postingan pertama ditahun 2016 dan juga postingan pertama setelah 6 tahun ngeblog. Sebelum 2010 saya juga pernah bikin blog tapi ngga tau kemana.

Enam bulan bukan waktu yang sebentar, begitu banyak jejak barangkali yang sudah saya tapaki, begitu banyak benci, tawa, cerita, rencana yang barangkali hanya tinggal rencana. Yang saya tau 3/4 dari waktu 6 bulan tersebut saya habiskan duduk disebuah meja sudut kantor disebuah tempat yang bernama indarung. Tempat itu rasanya bukan lagi seperti sebuah kantor, tapi sudah seperti sebuah rumah karantina, rasanya kalo ini adalah sebuah kompetisi saya ngga pengen jadi juara, saya pengen kasih liat kemampuan terburuk saya sampai akhirnya sayalah yang tersisih antara semua kompetitor yang lain. Dan entah kenapa harapan saya terkabul. Kadang hal sekilas yang tampak buruk bisa jadi hal manis yang bakalan kita lalui. Entahlah.

Saturday, 28 November 2015

All about November, Song & The Rain

Jikalau dibilang tangan saya kaku akibat tidak pernah lagi posting sesuatu di Blog dari bulan Juli kemarin sampai hari ini, mungkin tidak. Nyaris setiap hari jari-jari ini selalu bersentuhan dengan tuts-tuts keyboard, entahkah untuk mengetikkan beberapa bait kata yang takutnya nanti tercecer di lain hari dengan harapan di lain kesempatan saya menemukanya lagi, atau mengetikkan gabungan huruf dan angka-angka yang telah saya buatkan formulasinya dalam bentuk laporan-laporan harian, mingguan sampai bulanan. Atau tentang schedule, re-schecule, recovery, prognosa yang ada, beberapa saya tidak tau apa arti katanya tapi saya dipaksa untuk membuatnya, dan itu menghabiskan banyak waktu saya untuk menatap layar datar yang penuh dengan warna walau kadang memang terlihat tidak nyata ini.

Ini yang membuat sidik jari saya akan ada disetiap tuts keyboard laptop yang dibelikan perusahaan ini untuk saya. Bahkan diwaktu sabtu minggu dimana saya diberikan izin untuk tidak masuk kerja dan dipersilahkan pergi menuntut ilmu, laptop ini tak jauh-jauh dari saya, sepulang kuliah saya akan berselancar ria didunia maya tepatnya di kantor cabang karena diproyek sama sekali tidak ada internet, jadinya ini menjadi pelampiasan sabtu minggu. Jadi dengan teori panjang lebar diatas ini saya hanya ingin menjelaskan, semua aktifitas ini membuat saya tidak bisa menyempatkan diri untuk menulis lebih panjang lagi, tentang apa-apa yang terjadi beberapa bulan belakangan yang bisa saya bilang sedikit WOW!! Nama-nama baru, tempat-tempat baru, bahkan ide gila baru yang masih saya simpan untuk waktu jangka panjang!

Wednesday, 22 July 2015

Delapan Tahun Kemudian

Selamat Lebaran semuanya, Mohon maaf lahir bathin. Hari ini Rabu 5 hari setelah lebaran, instansi Pemerintah sudah mulai masuk kerja hari ini dan ada beberapa perusahaan swasta yang bergerak dibidang produksi, marketing dan perbankan sudah memulai aktifitasnya kembali. Jalanan yang kemarin rame oleh mobil-mobil pribadi menuju tempat wisata, hari ini terlihat berkurang dan jalanan mulai dipenuhi oleh angkutan umum untuk sekolahan dan beberapa truk besar yang mulai membawa banyak Sawit.

Saya punya 3 orang keponakan yang memulai hari pertama mereka sekolah hari ini, Vendra, Levi dan Abid. Buat mereka bertiga saya ingin mengucapkan. Bersiap nak, kalian akan menemukan puluhan nama baru generasi kalian menuju masa depan sebagai pemimpin nantinya, kalian akan mulai merindukan hari pertama ini nanti 12 tahun kemudian. Saya sempat bertemu Vendra dan bertanya bagaimana hari pertama sekolah? Apa sudah punya banyak teman?. Dan dia bilang “Belum ada yang kenal” dalam hati saya bilang, suatu saat nanti kamu bakalan merindukan orang-orang yang belum kamu kenal itu.

Hal yang seperti itu juga yang membuat rasa rindu ini terbakar delapan tahun kemudian setelah saya dan teman-teman yang lain lulus di MTsN Simpang Ampek. Sebenarnya saya sudah ingin menulis cerita-cerita pertemuan ini beberapa tahun yang lalu, namun dikarenakan waktu liburan yang sedikit singkat dan sepertinya belum begitu meninggalkan bekas khusus dihati saya membuat saya kehilangan inspirasinya untuk menulis tentang cerita ini, entah generasi keberapa. Tapi kita kelulusan tahun 2007.