Friday, 16 March 2012

Pensiun


Bercerita hal yang terkadang tidak penting dan heyy!! Ini benar-benar tidak penting? Siapa orang yang akan membaca cerita ini? Entahlah, mungkin hanya aku, dari sekian lama aku lihat distatistik, hanya 3 orang saja yang mampir kesini entahkah mungkin benar-benar membaca atau hanya sekedar melihat dan pencet CLOSE,  siapa yang tiga tadi? Pertama, Aku pastinya yang setia dan akan membaca seluruh isi blog ini berulang-ulang, lalu beberapa orang yang belakangan ini aku paksa untuk membuka blog ini dengan ancaman todongan pisau bakalan nancep diperut kalo ini blog ngga dibuka dan dibaca, hehehe ya ngga lah ding, tapi sepertinya begitu, statistik yang begitu-begitu saja, lihat kotak chatting yang ada disudut kanan bawah, laleran saking lamanya nunggu ngga ada tamu yang nongol, ( huftt,, meratapi nasib ) bahkan udah shared dipesbuk pun semakin banyak yang ngga minat ngunjung sampai-sampai pesbuk mikir aku nyepam disana, huftt sabar...

Pensiun, opss tunggu dulu, setelah berkeluh kesah diatas bukan berarti aku akan pensiun nge-blog,, kayaknya judulnya salah deh, tapi ngga apa-apalah, yang penting ada judul, tapi ini bener-bener kisah tentang pensiun loh, kisah pensiunnya salah satu yang sangat berpengaruh besar dalam hidupku, sangat berpengaruh, tunggu! Sebelum lanjut.  jelas, dicerita sebelumnya aku hanya bercerita tentang kisah masa lalu semua, kecuali diawal postingan tahun 2010, dan hari ini aku ingin menobatkannya sebagai diary, WHAT?? Diary, halloooooo ini 2012 jeng!! Tapi wat efer lah, aku ingin menyebutnya dengan “general Diary” kalo aku yang mengartikannya, aku artikan saja diari umum, hehehe ngga tau deh apa arti kata itu, Cuma sok-sok an bahasa inggris aja.

Ok lanjut untuk sesuatu yang berpengaruh itu, sedih rasanya, setelah 2 tahun bersama, sekarang dia harus pensiun dan terlipat indah dalam koperku, siapa dia? Dia yang selalu menemaniku 2 kali sehari, pagi dan sore (kadang Cuma sekali), dia satu-satunya yang pernah menjamah seluruh bagian tubuhku, bagian tersempit sekalipun, dia yang menemaniku dipariaman, bukittinggi, pekanbaru, medan, pasaman, palembang sampai ke martapura, dan dimartapura inilah akhir dari perjalanannya, aku memberi namanya “Rubi” dia adalah sebuah, atau seonggok, atau cocoknya sehelai “HANDUK”. ( APA?? Jadi yang dibicarain ini handuk?), mudah-mudahan yang baca kaget, tapi siapa yang mau baca postingan aneh ini.

Lanjut kepada cerita Rubi, aku berkenalan dengannya 2 tahun yang lalu, ibuku yang memperkenalkan, diawal bertemu, dia hanya diam, dan terlipat indah dan gemulai, biasalah, pertama bertemu, selalu saja menampakkan tabiat baiknya, diem, kalem, sok harum waktu pertama pake, lama-lama makin asem, tapi rubi beneran baik kok, sampai aku bawa dia kemana-mana, disuatu suatu pagi yang cerah tanggal 15 maret 2012, aku menaruhnya diteralis jendela kamar yang gordennya aku buka lebar-lebar, dari balik sana, terlihat jelas cahaya matahari menusuk tubuhnya hingga tembus, ternyata Rubi sekarat, rubi bolong-bolong, padahal dia masih tebel dan masih kamfer, untuk dipakai, TIDAAKKK!! Perasaanku tercabik-cabik, aku teringat kembali kenangan 2 tahun bersamanya kemana-mana,

“Infus mana Infus?” aku meronta tak ingin kehilangan rubi
“kalpanax mana? Obati lukanya” ( betadine apa kalpanax yah?) aku masih saja tak terima,





Dan akhirnya, pagi sendu yang cerah itu Rubi berpulang dengan indah, ditemani cahaya matahari pagi, kicauan burung pentet mas dedi, dan kokok dan cicit beberapa ekor ayam batik pak darno.

‘’’’’’’’’’’’’

Dan haaiiii-haiiiiii, cukup beberapa jam saja aku galau, dan saatnya sekarang untuk move on, aku tau, rubi masih ingin tetap bersamaku, dia masih ingin melayaniku seperti hari-hari biasanya, tapi apalah daya, kujadikan saja dia kenangan indahku 2 tahun ini, selalu bersama setiap hari, setiap pagi dan sore, saatnya untuk dia ku museumkan, dikoper dan dalam hatiku,

Dan tanggal 15 ini aku sudah pergi kepasar martapura, aku mencari teman sejati baruku, bukan bermaksud meyakiti hati rubi, tapi keadaan yang memaksa, handuk martapura aku memberinya nama “Late” tadi siang kami berkenalan, aku membelinya berdua dengan mas andre, yang tak tega melihatku galau ditinggal mati handuk, dia berwarna coklat, kenapa aku pilih warna coklat? Karena bule bilang coklat itu eksotis, tapi aku punya maksud lain, biar handukku tak begitu keliatan kumal saat sudah beberapa bulan aku pakai, hahahaha.. buktinya rubi, terlihat kumal karena dia berwarna biru campur putih.

Sore ini untuk salam perpisahan aku mempercayai rubi untuk mengurus mandiku, dan setelahnya aku memasukkan rubi dalam ember cuci, dan beberapa hari lagi dia akan siap untuk dimuseumkan dalam koperku,

Sebenarnya rubi adalah handukku yang kedua, handukku sebelumnya ialah “Rubiru” berwarna biru juga, dia lebih lama bersamaku, lebih tiga tahun, aku menggunakan jasanya, mulai dari kelas 1 STM sampe tamat, aku kasian melihat nasibnya saat ini, setelah tiga tahun itu dia terlihat renta, semakin hari semakin tipis, dan nasibnya pun berakhir sama dengan beberapa kain bekas yang ada dirumah, jadi keset menuju pintu dapur, tanpa tulisan welcome. Aku sedih melihatnya..

Akhir kata, terimakasih buat rubi setia menemani dan menjamahku, selama 2 tahun ini, maaf mulai besok aku tak bisa memakaimu lagi lagi, aku sudah punya Late, Hiks..

Dan terimakasih juga kalo ada orang yang mau membaca postingan ini..terimakasih sekali, mungkin sekarang semua bakalan tau, beta abnormalnya aku,, hehehe becanda ding!!!

Tuesday, 6 March 2012

“D’lapan-De “ Kenanglah Kenangan ini teman.. 8D ( puzzle 2 )


Sahabat & Cinta.. (?)
Next Story, cinta itu takkan pernah habis jika selalu dibahas.
Hayoo.. aku mulai dari siapa?, aku memang diam, aku memang seperti tak peduli, seperti tak ambil pusing, tapi dengarlah teman, aku itu merasakan, aku itu melihat, aku memendam dan aku menyimpan, setiap perkataan, setiap raut wajah, sedih, senang, bahagia, gembira, jatuh cinta, rindu, cemburu, sentimen, pesimis, putus asa, semangat, aku bisa lihat dan rasakan hal-hal yang semacam itu.

Baiklah, aku akan coba memulai dari membongkar sebuah rahasia, mungkin sudah terpendam selama nyaris 7 tahunan, dan saatnya menjadikannya rahasia umum dan dinobatkan sebagai sebuah kenangan, kejadian itu berawal ketika aku, umri dan ryan, diteras rumahku sendiri, aku sendiri tak tau kenapa latarnya bisa dirumahku, aku lupa kejadian sebelumnya yang aku tau itu malam hari, ujung dari pembicaraan itu ialah “bisuak, jan kecek-kecekan ka urang ndak...” sejak kata-kata itu terbesit, resmilah itu menjadi sebuah rahasia.

Oke. Pembicaraan selanjutnya aku translate aja kedalam bahasa indonesia,

“kalau kamu fi?, siapa yang kamu suka?” umri bertanya
“siapa?,” aku lupa jawab siapa, yang pasti ini bukan membahas tentang diriku,
“kalau kamu siapa um? Yang kamu suka dikelas” aku malah balik bertanya

Dan umri itu blak-blakan, semua sudah tau dong, gimana umri,

“kalau aku sama kayak ryan” jawaban yang membuat aku bingung,
“emang siapa yan?” tanyaku tak puas dengan jawaban umri,

Ryan melirik umri

“DAHLIA” ryan hanya menyebut kata-kata itu,

Umri menatapku,

“iya, kita berdua lagi ngejar dahlia, tapi kita sportif ya yan” sambil menjabat tangan ryan,

Sportif(?), entahlah, tapi ya, sejak hari itu aku tak pernah mengatakannya pada siapapun, tapi mungkin yang lain membocorkan, entahlah aku tak tau, dan aku juga tak tau, apa Umri atau Ryan jadian sama Dahlia, aku tak pernah perhatikan itu, semua berjalan seperti berbeda dari apa yang seharusnya, tapi aku tak pedulikan lagi, itu urusan mereka, aku juga tak tau siapa yang dapetin dahlia, karena aku sibuk dengan diriku sendiri, karena ada magnet besar yang menarikku, karena aku terpikat cinta yang lain, “main mata”, nanti aku ceritakan.

Seperti itulah cinta tumbuh dalam jiwa setiap remaja 14 tahun kelas 8D, dan itu tak dibuat-buat, itu alami, beberapa orang remaja, saling menghormati untuk satu cinta yang belum pasti juga didapatkan, sikap fair, dan sportif, dewasa mana yang mau bersikap seperti itu? Mungkin karena kepolosan, yah, terkadang sikap polos diperlukan setua dan sedewasa apapun kita, karena cinta universal, mungkin saja antara ryan dan umri juga saling jatuh cinta(?), tapi dalam artian cinta yang berbeda, dan tetaplah itu akan menjadi sebuah persahabatan dan cinta dengan kenangan yang indah, kepolosan dan keremajaan membuatnya begitu indah, dan jangan jadikan lagi itu rahasia, ungkapkan saja mulai saat ini, apa yang dulu pernah dirasa “the sweetest memories in your heart, Ever!!”.

Selanjutnya, aku yakinkan orang-orang ini pasti tersenyum, mengingat kembali cintanya, terkadang dikatakan cinta monyet, siapa coba? Yang membuat istilah itu? Berarti buat orang dewasa namanya “cinta kingkong” atau mungkin “cinta gorilla”, entahlah.

“Ta.. pinjam “tip ex” ta..”
Dengarkanlah nada “Ta” itu, berbeda dari biasanya ari berbicara, alunannya punya makna lain, mendayu, dan sepertinya pelafalannya dari hati, percayalah, aku masih ingat irama itu, irama ari mengatakan “Ta” dibelakang aku duduk, sambil melihat kearah Rita, berbeda saat dia meminjam benda yang sama pada nisa setahun kemudian dikelas 9a,”khairatun nisa” katanya berkali-kali dengan suara yang sangat pelan seperti berbisik dengan jarak yang sangat jauh, itu memancing tawa, dan jangan anggap itu remeh, ari suka pada rita, itu sudah jelas, bicaranya jelas-jelas berbeda dengan bicara pada cewek lain yang dikelas, pastilah itu berbuntut cinta, hal semacam inilah terkadang membuat betah didalam kelas, datang lebih pagi, apalagi jadwal piket sama dengan orang yang disuka, aihh,, indahnya menjalani masa-masa remaja dalam kelas yang tidak dispesialkan itu, apa itu mudah untuk dilupakan(?). dan aku masih sangat ingat raut wajah ari, yang memerah dengan senyum beda, ditambah sengat matahari jam 09:00 pagi, lama-lama terlihat gosong.

Berikutnya, kisah tentang “adik kelas dan kakak kelas” atau “kakak kelas dan adik kelas” sama saja, cinta tak hanya berputar melayang dan terbang dalam kelas itu, tapi juga kemana-mana, jadian dengan adik kelas(?) hal yang sangat mungkin terjadi, aku bercerita tentang Tia, begitu mudahnya cinta masuk dalam segala aspek ekosistem sekolah, hanya saja membatasinya dengan beradaptasi sedemikian mungkin, Tia punya cinta dengan adik kelas, orang yang dipacari Tia, rumahnya 100 m dari rumahku, bisa dikatakan jika dilihat dari silsilah keluargaku, orang yang dipacari Tia itu keponakan jauh ku, ngga tau seberapa jauh, tapi seperti itulah, sebelum raffi ahmad dan yuni shara, trend itu sudah dilakukan oleh remaja 14 tahun, hebat bukan?, karena cinta.

“iyo Ranggi balangga fi?” nanda bertanya dengan membesarkan matanya, dan tersenyum genit bukannya khawatir,

Ini tentang nanda yang juga jatuh cinta pada kakak kelas, namanya ranggi, 50 m dari rumahku, dan notabene masih keponakanku dari silsilah ngga jelas tadi, itu cinta lagi,

aku menyukai orang yang bertipikal seperti nanda, ketika tertawa menutup mulut, entahkah menutup giginya atau bagaimana aku tidak tau tapi aku suka tertawa dan senyumnya, matanya menyipit ketika melakukan hal itu, orangnya lucu, rada gendut, dan itu mungkin hal-hal kecil yang terkadang tak bisa kulupakan.

Memasuki pelajaran kedua, desas-desus ada anak baru yang bakalan masuk hari ini, dan dia dimasukkan kekelas paling bontot milik kami, kelas paling beda, ternyata itu fakta bukan isu, dia masuk dan aku liat beberapa temen cewek yang berada disebelah kiri begitu seneng kelihatannya dapet temen baru, ops? Siapa ini pake kacamata?, terakhir aku tau, namanya yani sestria, biasa dipanggil ice(?), aku bingung sampai sekarang, aku masih belum mengerti kenapa yani sestria bisa berubah jadi ice, dari mana datangnya, 1,5 tahun lebih sekelas dengannya aku belum sempat nanya sampai saat inipun masih belum.

Tak ayal, seperti biasa anak baru bakalan jadi trending topic, buat yang mulutnya ember sampe kekelas-kelas sebelah, nah, ada apa ini bukannya biasa saja kalau ada siswi baru?, ternyata satu diantara cowok kelas ada yang menaruh hati padanya, siapa? Entahlah, pagi-pagi aku melihat hendra bahkan teman-teman yang lain juga liat, dia menaruh sebuah kado kedalam laci ice, ketika ice sedang keluar, aku tak tau kelanjutan kisah mereka berdua itu, yang jelas itu suatu pertanda, jika hendra suka pada ice. Satu lagi cinta dalam kelas itu, meski terkadang harus jadi kenangan yang terkadang tidak enak untuk dikenang, tapi simpanlah selalu.

Dan tentang kabar angin, (lama-lama gue jadi tukang gosip juga bikin cerita kayak gini), ini kisah yoyo, yang kepincut sama murid baru lagi, yang masuk dalam kelas tetangga sebelah, 8C, namanya Sisil, bukan, silvia, bukan juga, namanya laila, atau ningsih juga boleh, apa aja deh, usil aja deh, eh ngga usah kasian, panggil sisil aja kayaknya nama sisil lebih cocok, aku baru kenal dengannya setelah dikelas 9 aku satu kelas dengan dia, dia itu berasal dari alahan panjang, nggak tau tuh, mau ngapain kepasaman barat, tapi begitulah, yoyo yang kadang terlihat cuek sama cewek, bandelnya luar bisa, punya perasaan lembut juga dalam hatinya, hufftt 8D membuat aku banyak tau sikap seseorang, meski terkadang hanya aku sendiri saja yang tau, 8D sepertinya seperti 8 DIMENSI,

Dan tentang diriku sendiri, cukup mencintai dalam hati saja, tepatnya sih mengagumi, aku tak ingin menyebutkan nama wanita itu, yang penting aku menyukainya, sangat menyukainya, dia tinggi, putih, matanya tajam, aku sering sekali main mata dengannya, dalam hati kecilku aku yakin dia juga suka padaku waktu itu, terbukti ketika aku ditunjuk oleh pak maisal, guru bahasa inggris untuk ikut upacara 17 agustus dilapangan pasaman baru, aku tak menyangka ketika cewek lain tak mau ikut saat ditunjuk, dia malah mengajukan diri, dan saat latihan, kita saling main mata, memang rada aneh, tapi aku suka, apalagi sehabis acara upacara 17 agustus itu, senang nian hatiku bisa duduk dilapangan bola itu berdua dengannya, dengar itu? Hanya berdua, banyak yang mikir kayaknya, aku pengecut tidak berani mengungkapkan apa yang aku rasa, mungkin itu juga alasannya kenapa dikelas tiga, tatapannya selalu sinis denganku, padahal diwaktu kelas 8D, aku sering sekali ketika males nyatat pelajaran, aku minta tolong dia yang nyatatin, dan dia mau,  seterusnya dia bawa buku aku pulang, atau terkadang aku yang bawa bukunya pulang, hubungan yang cukup aneh, dan tau tidak? Aku suka hari jum’at pagi, karena hari piketku dengannya sama, pulang telat berdua, ngga ngomongin apa-apa Cuma jalan aja, hehehe lucu juga mengenangnya saat ini, dan heyy,, dikelas 8D lah aku merasa apa itu cemburu, cemburu pada seorang wanita, ketika seseorang yang aku yakin juga suka padanya mengganggu ataupun bercanda dengannya, hatiku dag dig dug, darah berdesir, panas dingin, aku tak rela dia bercanda dengan orang lain, aku cemburu, meski aku tau, itu bukanlah menjadi hakku.

Dan dia jugalah salah satu semangat yang buat aku tak berat melangkah kesekolah, aku ingin melihat tatapannya yang tajam sepanjang hari, rasanya itu cukup untukku, buat temen-temen yang lain yang belum aku ceritakan, maaf yah, aku banyak lupa tentang kisah masa lalu itu, tapi intinya, begitulah cinta dan persahabatan bekerja diruangan yang awalnya aku sesali itu, ratusan hari indah aku lalui diruangan itu. Dengan segala macam pelajaran bahasa inggris, geografi dan matematikanya.


To be continued to “puzzle 3 ( “D” for D’Great “De”!! )”

8 D

Saturday, 25 February 2012

“D’lapan-De” Kenanglah Kenangan ini teman.. 8D ( puzzle 1 )


Kenang Sajalah..
Naik kelas pertama ditingkatan sekolah menengah pertama,dag dig dug, terima rapor untuk kedua kalinya, disudut kanan bawah rapor tertulis jelas, “NAIK KE KELAS VIII” dengan tanda tangan wali kelas dan kepala sekolah, hari itu pembagian kelas, dari keseluruhan siswa kelas VII dulu di re-shuffle lagi, entah bagaimana tata cara pembagian kelas itu, aku lupa, yang jelas, namaku sudah tertera saja dibuku absen kelas paling bontot, kelas D, dari yang aku tau, jika berada dikelas A berarti “Excellent” , B berarti “very good”, C sama saja dengan “good”, dan sejauh pengetahuanku D adalah “bad”, WTF!!!

Tak tanggung-tanggung, kelas 8D itu, bener-bener paling bontot, alias diujung, kelas tambahan dari gedung awal yang hanya tiga, belakangan ditambahkan lagi diujungnya satu kelas lagi, karena sekolahanku kekurangan kelas, lantai nya yang sama sekali tidak rata, tanpa plesteran, atau alas lantai apapun, hanya campuran beton lantai biasa tanpa dilapisi keramik, bahkan acian pun tidak, cat kelas yang beda sendiri dengan tiga kelas disebelahnya, ketiga kelas disebelah punya warna coklat muda, sedangkan 8D itu warna biru, kuzen dan jendela kayu tanpa cat, karena kelas baru, belum ada pagar dan taman didepannya, pintu aneh sendiri, belum dicat juga, beberapa hal yang dibanggakan, hanya bangku siswanya yang baru, sangat berbeda dengan kelas lain, karena bangkunya tipikal, sangat sangat baru, saking barunya, setiap hari ada saja cat berwarna merah tua kecoklatan menempel dibaju, celana, dan tas.



saat pertama masuk, aku memilih tempat duduk, dan walhasil aku duduk sebangku dengan oyong, orang yang ceria, lucu, aneh, tegar, dan satu-satunya orang yang mampu bertahan duduk sebangku denganku selama 1 tahun penuh, sebelumnya aku juga sekelas dengannya, tapi tidak sebangku, aku duduk persis dibelakang ijun alias junaidi, temanku dari SD, aihh.. sungguh banyak kenangan bersama ijun.



ketika melihat kedepan, yang terlihat hanya dinding, tanpa papan tulis, lihat kebelakang meja guru, ada kolong lemari tanpa lemarinya, yahh, kelas kami tak ada lemarinya, terakhir, kelas 8D lah kelas pertama yang memakai white board disekolah ini, tapi tidak menempel di dinding, dipinjam dari perpustakaan, bentuknya lebih mirip mading dari pada papan tulis, nilai plusnya dibanding kelas lain yang masih pakai kapur tulis, itulah beberapa kepingan keterangan tentang gambaran kelas 8D, aku dapat pelajaran dari sini, awal yang buruk, belum tentu berujung menyakitkan, 8D contohnya, hey.. siapa yang tau apa yang terjadi disana, bakalan diingat selamanyaa...

Fakta lainnya, papan tulis terletak disebelah utara, otomatis sebelah kanan adalah arah timur, tempat dimana matahari terbit, dan bersiaplah, setiap pagi, terkena cahaya matahari mulai dari masuk kelas jam 07:30 WIB sampai jam 10:00 ketika matahari mulai tinggi, namanya juga sekolahan, sepanjang tembok dipasang jendela kaca, maka dengan leluasa panas cahaya matahari masuk begitu saja, karena tidak ada gorden dikelas, itu yang aku derita selama satu tahun belajar dikelas, sukur-sukur kalo pagi mendung, kalo misalkan cerah, bersiaplah untuk vitamin E yang over.

aku melirik kekanan, adit bersembunyi dibalik bukunya, pipi sebelah kanannya sudah mateng kena cahaya matahari, sedangkan yendri, aal dan ryan, enak bisa sembunyi dibalik dinding, yoyo tengkurep ngindari matahari, yang paling kasian rudi, dengan tegar dia tetap duduk lurus, menantang matahari sambil tetap fokus dengan pelajaran didepan, aku lirik kebelakang, ari udah keringetan menahan panas mukanya merah, sungguh aku kasihan bener melihatnya,

dan bagaimana dengan aku? Sering aku minta dengan oyong untuk bertukar tempat duduk, tapi dia tidak pernah mau, sebenarnya oyong juga kena oleh cahaya matahari tapi hanya beberapa belas menit saja, itupun cahaya matahari pagi yang hangat, sedangkan aku jam 09:00 matahari tepat mengenai pipi, tangan dan badanku bagian kanan, jam dimana saat matahari sedang panas-panasnya pagi itu, mungkin tahun pelajaran itu aku item sebelah, sumpah!, jujur aku tekanan batin setahun duduk disitu, apalagi jikalau jam 09:00 ditimpali dengan pelajaran matematika pak Zam-zami, sudahlah, kepalaku mendidih!

Dan dengan para wanita? Mereka enak duduk dibagian sebelah kiri itu, ADEM!!

To be continued to “puzzle 2 (Sahabat & Cinta.. )”

Thursday, 23 February 2012

Mimpi, Impian, Harapan ; BAGIAN 1


Aku memimpikannya..
Harapanku jangka pendek, 2012 ini harus terlaksana, entah kenapa akhir-akhir ini aku terserang sindrom rindu yang kian menggila, dan anehnya aku merindukan kelas 8D, entah kenapa aku merindukan kelas butut itu, yang aku rindukan bukan apa-apa, hanya cerita dan kisah-kisahnya, aroma kelas, whiteboard, kolong lemari, dan bangku tipikal dengan cat yang menempel dipakaian, tentu yang paling utama aku rindukan, teman-teman sejawat, yang pernah tertawa bersama, sedih bersama, nyontek bersama, buat tugas bersama, dan yang takkan pernah terlupakan perang makanan,” a perfectly story”.
Aku punya rencana kecil, yang mungkin terkadang dikatakan oleh orang-orang lewat sebuah kata, “reuni” dengan tema halal bi halal, tiada lain hanyalah acara makan-makan ngga jelas, tapi jika aku menyampaikan hal yang demikian, aku punya alasan kuat, untuk mengajak semua teman untuk ikut, setidaknya aku punya foto satu angkatan kelas 8D, yang sampai sekarang setiap ceritanya masih bersemayam dihatiku, seakan tak ingin melepas kisah-kisah itu, aku punya rencana akan mengunjungi satu persatu rumah teman-teman ini, aku ingin semuanya berkumpul, aku ingin satu angkatan itu hadir, aku ingin.
Aku tak ingin melepas begitu saja tali persahabatan, karena teman itu takkan pernah bisa dibeli.
Mudah-mudahan yang ini sukses!



Aku mengharapkannya..
“December Sad Story” , aku memimpikan itu terjadi, aku ingin membentuk sebuah band yang bernama “December Sad Story”, aku sudah membuat beberapa buah lagu dengan aliran yang aneh, aku tak ingin menjualnya, aku hanya ingin menikmati musikku sendiri, jika ada yang suka tak masalah, tapi yang terpenting aku ingin menikmati musik hasil karya sendiri, merekamnya, dan menjadikannya koleksi pribadi. Pokoknya aku ingin bermain musik dengan caraku sendiri, dan segala macam musik yang aku sukai.


Tuesday, 21 February 2012

Simalakama


Yang menjadikan hatiku tawanan,
Meresah memudar lepaslah,
Lelah, lelah, lelah,
Terus saja menusuk dihatiku,

Sebab cinta?
Aku tak ingin menangis,
Sebab dirimu?
Aku tak ingin salahkan apa yang menjadi aku,
Sebab aku terus saja cinta,

Melepasmu
Sama hal tak bernafas,
Denganmu bunuh diri,
Teruntuk dekap langkah,
Jangan serahkan senyum itu untukku
Semanis empedu pun,

Tetap tak obati hatiku
Yang kian memilu,
Meski tak ingin punya harap.