“bergegaslah, kawan… tuk sambut masa depan
tetap berpegang tangan, saling berpelukan
berikan senyuman tuk sebuah perpisahan!
kenanglah sahabat… kita untuk slamanya!”
Tidak tau kenapa, setiap kali aku dengar lagu itu, pikiran aku selalu saja melayang ketanggal 26 april 2010 silam, saat dimana hari bahagia buat anak SLTA diseluruh indonesia, hmm tapi bagi mereka yang lulus, tapinya lagi temen aku yang ngga luluspun tetap saja ikut nyoret-nyoret baju,
sedihnya lagi, orang yang bernama M.Ilham Harulkasambi, hahaha dari kelas 1GB sampe kelas 3GB event apapun yang diadakan dia pasti ikut, tapi sayangnya, disaat hari terakhir memakai seragam dia tidak ikut, karena sedang sakit berat, hmmmm kasian, hari itu setelah ngumpul didepan kosan aku, semua ngambil tanda lulus kesekolah, pergi beli pilox, nyoret-nyoret baju, tanda tanganlah, hmmmmm sepertinya itu tradisi indonesia yang sudah lama sekali, siapa sihh itu ide kreatifnya??
Abis corat-coret baju, berangkat lah kerumah ilham, ambil bajunya yang masih dilipat dan disimpan dalam lemari, dicoretin bareng-bareng, yappp mengobati perasaannya yang mungkin sedikit tersiksa, hahahaha, tak apa lah itu pelajaran buat dia agar bisa hidup sehat.
Aku ingat ini, setelah nemuin secarik kertas dalam map tempat semua ijazah aku
Isinya begini
“Ada jutaan cerita, terselip diantara kisah-kisah yang takkan pernah kita lepas, saat aku, kamu, kita, dan semua menginjakkan kaki di Smk Negeri 5 Padang, saat pertama wajah kita saling bertemu, saat pertama tangan kita saling berjabat, saat pertama senyum kita semua beradu, saat pertama langkah kaki saling mengerti untuk bersama, saat suara bersorak gembira mengucap tekad yang akan kita gapai bersama.
Inilah hal teramat indah, terlalu sedih harus ditinggalkan, seribu sembilan puluh lima hari yang menyenangkan, detik-detik yang penuh arti, setiap canda, tawa, persahabatan, kita lalui bersama.
Rasanya terlalu singkat pertemuan tujuh belas ribu lima ratus dua puluh jam itu. Sangat-sangat terasa singkat dan saatnya perpisahan itu datang”
Surian, No.4
12 maret 2010"
Monday, 14 February 2011
Tuesday, 8 February 2011
"NAK" (Lelaki)
Hanya saja terkadang aku tak sadar, sungguh teramat manis buah yang aku petik dan aku cicipi, terkadang aku tak sadar seperti apa usahaku memetik buah yang teramat manis itu, betapa masih ingat nya aku beberapa tahun belakangan, tahun 1998 pertama kali aku harus bergaul dengan orang orang luar dari lingkungan aku tinggal, yapp, pertama kalinya aku masuk sekolah taman kanak-kanak yang takkan bisa kulupakan namanya, TK Masyitah III, dengan semua tangis dan tawa aku didalamnya, rasanya, sungguh aku orang paling berdosa besar didunia ini kalau aku tidak bisa mensyukuri apa yang telah dititipkan untuk aku didunia ini, terlalu indah alunan nada kehidupan yang dinyanyikan ditelingaku, ya bagaimanapun dengan bersyukurlah aku bisa merasa tenang dan berterimakasih buat syair yang dibuat begitu sempurna.
Tak tau hari apa itu, mungkin senin, dan tak tau tanggal berapa itu, yang jelas saat itulah pertama kalinya aku memakai seragam, celana pendek berwarna ungu, baju seperti kemeja yang putih keunguan, dengan rompi berwarna ungu, tak lupa topi yang juga berwarna ungu, dengan tempat nasi yang aku anggap sangat unik dan spesial sekali dibelikan ibu untuk aku.
Hari pertama masuk gerbang, ada banyak ibu disini, menggandeng anak-anaknya, aku diantarkan oleh ibu berdua bersama singgih dan juga ibunya, yang aku tau, singgih itu teman aku sejak kecil sejak aku kenal dunia, singgih lah teman yang pertama kali aku kenal, ya singgih,
Bersama dialah aku masuk sekolah bersama, saat berbaris aku lihat ibu masih digerbang sekolah, saat akan masuk kelas aku lihat ibu ingin pulang, aku tidak jadi masuk malah mengejar ibu yang ingin pulang, aku tak mau ditinggal sendiri disekolahan ini aku takut sendirian, singgih ngejar aku, “ayolah, kita sekolah, nggak apa-apa kok” tetap kata-kata singgih nggak bikin aku tenang, saat aku dengar ibu bilang “nafi disini aja, kan ada singgih, nanti kalo nafi udah pulang, ibu jemput lagi, bentar kok Cuma sampai jam 11”, jam seberapapun itu aku tak pernah peduli aku nangis sejadi-jadinya, sampai-sampai aku guling-guling dilapangan sekolah, kotor sudah, baju seragam hari pertama dan pertama kalinya aku pakai seragam, warnanya yang ungu sekarang sudah gelap, gelap sekali, namun seperti itupun aku, ibu tak peduli, dan langsung meninggalkan aku disekolahan itu, hari ini aku sadar akan satu hal, saat itu aku berpikiran ibu sangat tega, ibu sungguh tak sayang pada aku, dan hari ini aku mengerti, “hanafi, kamu lelaki, kelak kamu pasti akan sendiri, tanpa ada ayah atau ibu disamping kamu, kamu harus belajar kuat dan tegar” itulah pesan yang disampaikan ibu, saat aku masih belum mengerti apa-apa, persis saat itu umurku masih 6 tahun.
Akhirnya buk rifda, berhasil menenangkan aku dan mulailah hari pertama aku harus belajar, bikin gambar, bikin angka, belajar huruf, walau saat itu aku masih tak mengerti cara membaca, berusaha agar dibuku aku selalu dapat cap bintang, jangan pernah sekalipun aku dapat cap bulan, itu artinya sama saja kalo nilai aku jelek, dimulailah semua, saat hari jum’at jam 9 pagi pergi ke mushala yang ada dekat TK dan akulah yang mulai belajar menjadi imam shalat, hmmm begitu banyak pengalaman baru, begitu banyak cerita saat aku sampai dirumah, begitu indah hari yang aku lalui, bahkan aku masih ingat saat aku bermain dengan nadia, entah perasaan apa itu, nggak tau kenapa dari teman-teman yang lain aku lebih senang dan lebih suka bermain dengan nadia, rasanya aku seperti suka ke dia, tapi apa yang bisa dibilang dari anak ingusan 6 tahun, hahahaha, saat dilapangan aku berusaha selalu bagaimana menarik perhatian nadia, entah bagaimana caraku, tapi dia senang dengan apa yang aku mainkan, dan dia senang bermain denganku saat beristirahat.
Yang aku ingat buk Rifda, guru paling baik sedunia, guru paling sabar didunia, dengan senyumnya tiap hari mengajar, aku masih ingat saat adikku siska juga TK disitu, saat aku mengantarnya bersama ibu, saat masih diatas motor, dia nunjuk aku sambil bilang “hanafi.??” Ohh god, haru banget, 4 tahun berlalu dia masih ingat dengan bocah yang dulu nangis-nangis gara-gara ditinggalin ibunya, aku hanya bisa tersenyum saat itu.
Aku ingat lagi, dialah yang bilang kalo nilai matematika aku bagus, aku masih punya rapor TK dulu sering aku baca karena nilainya bukan angka melainkan kata-kata guru saja, mungkin karna itu aku jadi bekerja seperti ini, selalu bergelut dengan matematika, ngitung RAB, nyari konversi besi, jumlah berat besi, padahal dulu dari SD sampai tamat Mtsn aku sama sekali ngga suka matematika, tapi sekarang mau gimana lagi, dari matematika aku bisa nyambung nafas dari nafas satu kenafas yang lain, hmmm untung lagi aku kerja dikontraktor, andaikan kerja dikonsultan, sumpah aku nggak sanggup ngitung-ngitung momen-momen yang urghhhh bikin puyeng, walaupun akhir-akhirnya, isi terakhir itu nol besar, yaaa karna harus nol, semua gaya-gaya itu harus nol, dan bahasa kerennya mereka bilang ƩM=0 (sigma M sama dengan nol) itu rumusnya, jadi hasil akhirnya harus nol, karna ngga boleh lagi ada gaya yang bekerja pada benda tersebut, ehhh kuq jadi ingat pelajaran statika gini, hemm kalo orang dulu bilang “mekanika” ya apaa lah namanya yang penting, mungkin karena baru belajar diSTM makanya bagi aku pelajaran itu susah.
Kembali ketaman kanak-kanak, paling takut itu hari senin, apalagi kalo hari senin kukunya pada panjang trus item-item lagi, waaaaa mampus dicubitin sama buuukkk,, siapa ya namanya lupaa, aku takut sekali sama ibuk itu, cukup sekali aja aku dicubit sama dia, urgg sakitnya minta ampun, nggak lagi-lagi deh punya kuku panjang, tapi anehnya kok kuku ibuk itu panjang ya???????
Tak tau hari apa itu, mungkin senin, dan tak tau tanggal berapa itu, yang jelas saat itulah pertama kalinya aku memakai seragam, celana pendek berwarna ungu, baju seperti kemeja yang putih keunguan, dengan rompi berwarna ungu, tak lupa topi yang juga berwarna ungu, dengan tempat nasi yang aku anggap sangat unik dan spesial sekali dibelikan ibu untuk aku.
Hari pertama masuk gerbang, ada banyak ibu disini, menggandeng anak-anaknya, aku diantarkan oleh ibu berdua bersama singgih dan juga ibunya, yang aku tau, singgih itu teman aku sejak kecil sejak aku kenal dunia, singgih lah teman yang pertama kali aku kenal, ya singgih,
Bersama dialah aku masuk sekolah bersama, saat berbaris aku lihat ibu masih digerbang sekolah, saat akan masuk kelas aku lihat ibu ingin pulang, aku tidak jadi masuk malah mengejar ibu yang ingin pulang, aku tak mau ditinggal sendiri disekolahan ini aku takut sendirian, singgih ngejar aku, “ayolah, kita sekolah, nggak apa-apa kok” tetap kata-kata singgih nggak bikin aku tenang, saat aku dengar ibu bilang “nafi disini aja, kan ada singgih, nanti kalo nafi udah pulang, ibu jemput lagi, bentar kok Cuma sampai jam 11”, jam seberapapun itu aku tak pernah peduli aku nangis sejadi-jadinya, sampai-sampai aku guling-guling dilapangan sekolah, kotor sudah, baju seragam hari pertama dan pertama kalinya aku pakai seragam, warnanya yang ungu sekarang sudah gelap, gelap sekali, namun seperti itupun aku, ibu tak peduli, dan langsung meninggalkan aku disekolahan itu, hari ini aku sadar akan satu hal, saat itu aku berpikiran ibu sangat tega, ibu sungguh tak sayang pada aku, dan hari ini aku mengerti, “hanafi, kamu lelaki, kelak kamu pasti akan sendiri, tanpa ada ayah atau ibu disamping kamu, kamu harus belajar kuat dan tegar” itulah pesan yang disampaikan ibu, saat aku masih belum mengerti apa-apa, persis saat itu umurku masih 6 tahun.
Akhirnya buk rifda, berhasil menenangkan aku dan mulailah hari pertama aku harus belajar, bikin gambar, bikin angka, belajar huruf, walau saat itu aku masih tak mengerti cara membaca, berusaha agar dibuku aku selalu dapat cap bintang, jangan pernah sekalipun aku dapat cap bulan, itu artinya sama saja kalo nilai aku jelek, dimulailah semua, saat hari jum’at jam 9 pagi pergi ke mushala yang ada dekat TK dan akulah yang mulai belajar menjadi imam shalat, hmmm begitu banyak pengalaman baru, begitu banyak cerita saat aku sampai dirumah, begitu indah hari yang aku lalui, bahkan aku masih ingat saat aku bermain dengan nadia, entah perasaan apa itu, nggak tau kenapa dari teman-teman yang lain aku lebih senang dan lebih suka bermain dengan nadia, rasanya aku seperti suka ke dia, tapi apa yang bisa dibilang dari anak ingusan 6 tahun, hahahaha, saat dilapangan aku berusaha selalu bagaimana menarik perhatian nadia, entah bagaimana caraku, tapi dia senang dengan apa yang aku mainkan, dan dia senang bermain denganku saat beristirahat.
Yang aku ingat buk Rifda, guru paling baik sedunia, guru paling sabar didunia, dengan senyumnya tiap hari mengajar, aku masih ingat saat adikku siska juga TK disitu, saat aku mengantarnya bersama ibu, saat masih diatas motor, dia nunjuk aku sambil bilang “hanafi.??” Ohh god, haru banget, 4 tahun berlalu dia masih ingat dengan bocah yang dulu nangis-nangis gara-gara ditinggalin ibunya, aku hanya bisa tersenyum saat itu.
Aku ingat lagi, dialah yang bilang kalo nilai matematika aku bagus, aku masih punya rapor TK dulu sering aku baca karena nilainya bukan angka melainkan kata-kata guru saja, mungkin karna itu aku jadi bekerja seperti ini, selalu bergelut dengan matematika, ngitung RAB, nyari konversi besi, jumlah berat besi, padahal dulu dari SD sampai tamat Mtsn aku sama sekali ngga suka matematika, tapi sekarang mau gimana lagi, dari matematika aku bisa nyambung nafas dari nafas satu kenafas yang lain, hmmm untung lagi aku kerja dikontraktor, andaikan kerja dikonsultan, sumpah aku nggak sanggup ngitung-ngitung momen-momen yang urghhhh bikin puyeng, walaupun akhir-akhirnya, isi terakhir itu nol besar, yaaa karna harus nol, semua gaya-gaya itu harus nol, dan bahasa kerennya mereka bilang ƩM=0 (sigma M sama dengan nol) itu rumusnya, jadi hasil akhirnya harus nol, karna ngga boleh lagi ada gaya yang bekerja pada benda tersebut, ehhh kuq jadi ingat pelajaran statika gini, hemm kalo orang dulu bilang “mekanika” ya apaa lah namanya yang penting, mungkin karena baru belajar diSTM makanya bagi aku pelajaran itu susah.
Kembali ketaman kanak-kanak, paling takut itu hari senin, apalagi kalo hari senin kukunya pada panjang trus item-item lagi, waaaaa mampus dicubitin sama buuukkk,, siapa ya namanya lupaa, aku takut sekali sama ibuk itu, cukup sekali aja aku dicubit sama dia, urgg sakitnya minta ampun, nggak lagi-lagi deh punya kuku panjang, tapi anehnya kok kuku ibuk itu panjang ya???????
Thursday, 3 February 2011
Tamparan Kecil Untuk Catatan Hidup,
Hanafi,,
Yang kamu rasakan itu belum apa-apa, kamu harusnya lebih banyak lagi belajar, dari semua pengalaman mereka dimasa lalu, kamu jadikan itu cerminan dan gambaran bahwa selanjutnya itulah yang akan kamu rasakan, hidup itu keras, dan itu akan membuktikan sekeras apa dirimu bertahan, dan itu akan menunjukkan siapa dirimu sekeras apa kamu, sanggup tidak kamu bertahan dalam kondisi seperti itu, jadi kalau hanya sekedar sikap dia yang kamu takutkan hingga kamu tak mau lagi bersamanya, suatu saat kamu akan bertemu dengan seseorangan yang lebih lagi, dikenalkan dengan seseorang yang tak pernah memberi reward atas apa yang orang lain kerjakan malah hanya caci maki, apa suatu saat kamu akan sanggup menghadapi hal yang semacam itu??, mulai saat ini kamu harus belajar fi,, kamu baru sadarkan sekarang?, kalau kamu seperti katak dalam tempurung, sekarang orang-orang ini telah membuka tempurung kamu, bahkan menelanjangi kamu, tapi kamu jangan pernah merasa malu, berterima kasih lah kepada mereka yang telah membuka matamu lebar-lebar, jangan pernah merasa diri kamu sudah besar dengan keadaan kamu yang sekarang ini, jangan pernah kamu merasa sombong dengan sedikit saja yang telah kamu capai, bahkan itu belum apa-apa, bahkan itu bukanlah sebagian dari apa yang mereka bilang permulaan, kamu masih teramat kecil dalam hal ini, jadi jangan semua hal kamu satukan kedalam emosi, kamu yang akhirnya akan sakit hati, bahkan mati, mulai saat ini belajarlah dengan benar, jangan ketawa kamu saja dilebarkan, tapi buka otak kamu lebar-lebar untuk mulai belajar kepada mereka, kamu ambil yang baiknya dan tinggalkan yang buruk, dan buka mata kamu kedepan, katakan Bisaa!!! Saat mereka perintahkan untuk lakukan itu, jangan pernah mengeluh, untuk apa yang sama sekali tidak perlu dikeluhkan, tiru mereka yang kuat, bertahan seperti itu, kamu harus bisa seperti itu, seperti apa yang kamu inginkan, dimanapun kamu, dengan orang macam apapun itu, kamu harus kuat, terhadap tekanan apapun itu suatu saat kamu bakalan terbiasa, dengan tekanan-tekanan itu, jika kamu merasa betapa sakitnya, kamu bakalan mengerti untuk apa rasa sakit itu diadakan, agar kamu benar-benar mengerti, ada yang jauh lebih besar bahkan triliunan kali lebih besar dari kamu, dan kamu harus terima keadaan kamu, seberapa kesanggupan kamu, dan itulah dirimu, dan kamu benar-benar harus terima itu lah kamu, itulah HANAFI, camkan itu!!!!!!!!!!
Yang kamu rasakan itu belum apa-apa, kamu harusnya lebih banyak lagi belajar, dari semua pengalaman mereka dimasa lalu, kamu jadikan itu cerminan dan gambaran bahwa selanjutnya itulah yang akan kamu rasakan, hidup itu keras, dan itu akan membuktikan sekeras apa dirimu bertahan, dan itu akan menunjukkan siapa dirimu sekeras apa kamu, sanggup tidak kamu bertahan dalam kondisi seperti itu, jadi kalau hanya sekedar sikap dia yang kamu takutkan hingga kamu tak mau lagi bersamanya, suatu saat kamu akan bertemu dengan seseorangan yang lebih lagi, dikenalkan dengan seseorang yang tak pernah memberi reward atas apa yang orang lain kerjakan malah hanya caci maki, apa suatu saat kamu akan sanggup menghadapi hal yang semacam itu??, mulai saat ini kamu harus belajar fi,, kamu baru sadarkan sekarang?, kalau kamu seperti katak dalam tempurung, sekarang orang-orang ini telah membuka tempurung kamu, bahkan menelanjangi kamu, tapi kamu jangan pernah merasa malu, berterima kasih lah kepada mereka yang telah membuka matamu lebar-lebar, jangan pernah merasa diri kamu sudah besar dengan keadaan kamu yang sekarang ini, jangan pernah kamu merasa sombong dengan sedikit saja yang telah kamu capai, bahkan itu belum apa-apa, bahkan itu bukanlah sebagian dari apa yang mereka bilang permulaan, kamu masih teramat kecil dalam hal ini, jadi jangan semua hal kamu satukan kedalam emosi, kamu yang akhirnya akan sakit hati, bahkan mati, mulai saat ini belajarlah dengan benar, jangan ketawa kamu saja dilebarkan, tapi buka otak kamu lebar-lebar untuk mulai belajar kepada mereka, kamu ambil yang baiknya dan tinggalkan yang buruk, dan buka mata kamu kedepan, katakan Bisaa!!! Saat mereka perintahkan untuk lakukan itu, jangan pernah mengeluh, untuk apa yang sama sekali tidak perlu dikeluhkan, tiru mereka yang kuat, bertahan seperti itu, kamu harus bisa seperti itu, seperti apa yang kamu inginkan, dimanapun kamu, dengan orang macam apapun itu, kamu harus kuat, terhadap tekanan apapun itu suatu saat kamu bakalan terbiasa, dengan tekanan-tekanan itu, jika kamu merasa betapa sakitnya, kamu bakalan mengerti untuk apa rasa sakit itu diadakan, agar kamu benar-benar mengerti, ada yang jauh lebih besar bahkan triliunan kali lebih besar dari kamu, dan kamu harus terima keadaan kamu, seberapa kesanggupan kamu, dan itulah dirimu, dan kamu benar-benar harus terima itu lah kamu, itulah HANAFI, camkan itu!!!!!!!!!!
Wednesday, 2 February 2011
Syair Mimpi Jelek
Maksudnya apa??
Tadi malam aku mimpi
Dilapangan parkir itu,, ada sepeda kecil milik kakak saat kecil,,
Saat aku hendak pulang,, kamu berdiri disamping sepeda itu,,
Dan terus saja memandang nanar terhadapku yang berjalan mendekat ke sepeda itu,,
Dalam hati ku berkata,, “ada apa ini..??”
Saat aku sampai disitu,, kamu tersenyum dan berkata “boleh aku ikut kamu pulang bareng..??”
Aku hanya mengangguk tak sadar dendam dengan hati penuh bunga,,
Saat aku mulai duduk,, kamupun duduk sambil melingkarkan tangan kamu ke aku,,
Saat sepeda itu mulai berjalan angin yang lembut terus saja bercanda,,
Sampai-sampai jilbab kamu bermain bebas diwajah aku,,
Aku tak tau dari mana awalnya,, kamu berbisik ditelinga aku,,
Sampai-sampai pipi kamu menempel dipipi aku,,
Dan kamu menggenggam erat tangan aku,,
Sampai-sampai aku tak sadar apa yang kamu bisikkan ditelinga aku,,
Saat semua sudah berlalu,,
Aku sadar akan hal,,
Rumah kamu dan rumah aku tak satu arah bahkan takkan mungkin searah,,
Pasti ini hanya mimpi,,
Dan benar,, saat aku buka mata aku hanya sedang berbaring,,
Tak ada sepeda kecil milik kakak saat kecil disini,,
Dan aku hanya bisa tersenyum sambil bersedih disini,,
Terimakasih untuk kontras indah peri mimpi yang memberiku mimpi jelek,,
Mimpi jelek yang teramat jelek yang pernah aku mimpikan
Mimpi jelek yang mudah-mudahan kelak tidak terulang lagi
Tapi kenapa?? Setiap kali aku mulai bisa membenci kamu,, kamu selalu datang lagi??
Dalam mimpi yang jelek sekali,,
Tadi malam aku mimpi
Dilapangan parkir itu,, ada sepeda kecil milik kakak saat kecil,,
Saat aku hendak pulang,, kamu berdiri disamping sepeda itu,,
Dan terus saja memandang nanar terhadapku yang berjalan mendekat ke sepeda itu,,
Dalam hati ku berkata,, “ada apa ini..??”
Saat aku sampai disitu,, kamu tersenyum dan berkata “boleh aku ikut kamu pulang bareng..??”
Aku hanya mengangguk tak sadar dendam dengan hati penuh bunga,,
Saat aku mulai duduk,, kamupun duduk sambil melingkarkan tangan kamu ke aku,,
Saat sepeda itu mulai berjalan angin yang lembut terus saja bercanda,,
Sampai-sampai jilbab kamu bermain bebas diwajah aku,,
Aku tak tau dari mana awalnya,, kamu berbisik ditelinga aku,,
Sampai-sampai pipi kamu menempel dipipi aku,,
Dan kamu menggenggam erat tangan aku,,
Sampai-sampai aku tak sadar apa yang kamu bisikkan ditelinga aku,,
Saat semua sudah berlalu,,
Aku sadar akan hal,,
Rumah kamu dan rumah aku tak satu arah bahkan takkan mungkin searah,,
Pasti ini hanya mimpi,,
Dan benar,, saat aku buka mata aku hanya sedang berbaring,,
Tak ada sepeda kecil milik kakak saat kecil disini,,
Dan aku hanya bisa tersenyum sambil bersedih disini,,
Terimakasih untuk kontras indah peri mimpi yang memberiku mimpi jelek,,
Mimpi jelek yang teramat jelek yang pernah aku mimpikan
Mimpi jelek yang mudah-mudahan kelak tidak terulang lagi
Tapi kenapa?? Setiap kali aku mulai bisa membenci kamu,, kamu selalu datang lagi??
Dalam mimpi yang jelek sekali,,
Saturday, 29 January 2011
Dejavu Yang Takkan Mungkin Terulang Untuk Ketiga Kali
“Siapa orang ini..?? rapi sekali,, mau maunya lagi disuruh kelapangan....”
Hahaha,,,,
Itu rasa penasaran pak andi saat pertama kali aku menginjakkan kaki diproyek ini,, padahal diawal-awal aku disini, aku takut sekali dengan dia,, wajahnya sedikit menakutkan (jangan marah pak andi yaa) didalam otakku yang terpikir saat bertemu dia “wuiiiihhh,,, siapa orang ini,,, kok kayak gituu,, pasti dia orangnya susah bergaul nihh,,,”
Ehhh tau nya setelah beberapa minggu disini,,
Ternyata pak andi itu orangnya asik,,,
Bisa menjadi tempat berbagi cerita,,,
Sering ngasih saran yang baek2..
Dan terakhir aku tau tenyata dia itu bekas guru agama,,,
Basic nya ,,, dulu dia itu anak stm yang bandel juga,, ikut tauran,, belain temen sampe motong telinga orang,,, huh,, lebih ngeri dibanding saat aku masih di stm...
********
Pertengahan November,,
Hari ini hari minggu, semua orang pada nggak kekantor, sekarang aku yang beberapa minggu ini nginep dikantor, yang harus ngurusin PHO abis selesai proyek, tinggal dikantor deh berdua sama pak de, saat bangun aku bingung mau ngapain ya hari ini?? Mau kekos yang lama, semua anak sekolah pada libur, pasti adek-adek kos aku yang dulu pada pulang semua,, temen-temen gb pasti pada sibuk sama urusannya masing-masing, yang sibuk bikin tugas kuliah lah, yang kerjalah, aku bangkit langsung pergi mandi, abis mandi langsung nongkrong deh didepan komputer buka fesbuk, lagi asik fesbukan eh tau nya pak alif sama wieldi nongol, trus dia nanya,, “hanafi lagi kerja apa sekarang??” ya udah pasti aku jawablah “udah abis kerjaannya pak,, kan proyeknya udah abis”, lantas hari itu juga dia nyuruh aku untuk berangkat ke bukittinggi,, “oo ya udah,, nanti hanafi saya kirim ke Baso buat bantu-bantu proyek disana, nanti saya hubungi kepala proyeknya” kata pak alif, dalam hati aku bilang, “maakk,,, yang aku fikirin bukan masalah proyeknya,, yang aku fikirin aku kan ngga tau jalan arah kebaso nanti kalau nyasar gimana???’’
“ya udah,, kamu udah makan siang??” ucapan pak alif menyadarkan aku lagi, “belum pak” jawabku “yuk kita keluar pergi makan”.
Alhasil aku pergi makan siang sama pak alif,wieldi, dan bang ar siang ini, awalnya bingung mau pergi kemana, nah ujung-ujungnya terpaksa lah aku harus makan pizza karena mereka pengennya makan disitu, jaa males sekali harus makan pizza makanan seperti apa itu??, turun dari mobil saat akan masuk dari kejauhan aku lihat seorang cewek yang rasanya aku kenal sekali, cewek itu pegawai pizza aku tau karena dia memakai seragam, pas aku masuk, mak bener,, ini ipit anak adik ayah aku,, temen aku satu sekolahan lagi saat masih di Mtsn, dia hanya senyum dan aku juga senyum, gobloknya aku, kenapa aku nggak ngomong sama dia, hanya sekedar senyam-senyum doang toh nggak ada sepatah katapun yang aku ucapkan, aku juga ragu mau ngomong sama dia, posisinya sekarangkan lagi kerja, wadauu pasti sekarang dia nanggap aku sombong, aduuuuuuuuu aku nyesel banget nggak ngobrol sama dia, seenggaknyakan aku harus nanya, nanya kabar kek, nanya dimana kuliah, atau nanya apalah gitu,, nah sekarang pasti dia nanggap aku tuh orang yang sombong, pas aku mau pulang aku nggak ngeliat lagi dimana dia, huft,, kalo ketemu lagi aku mau minta maaflah, atau besok-besok kalo ada waktu, aku mau kerumahnyalah sekalian,, merasa bersalah sekali...
Nyampe kekantor lagi, aku langsung online lagi, sampai jam 5 sore pak alif nyamperin aku yang lagi didepan komputer, “hanafi, nih sms balesan dari pak hari, sore ini juga kamu berangkat!!” katanya, “ya pak aku mandi dulu pak”..
Abis mandi aku berkemas, langsung terbang deh sama motor aku si “bebe” berangkat jam 5 sore, Cuma sekitar 1 jam dijalan hari mulai gelap, baru nyampe kayu tanam gelap banget, paling ngeri saat aku sampe disilaing tempat dipadang panjang yang sering longsor itu loh, waah kacau lewat disitu, mana nggak ada temen lagi pas lewat, lampu jalan nggak ada, nyaris aja aku masuk selokan, ini pertama kalinya aku lewat sini pake motor sendiri.
Akhirnya aku sampai dikota bukittinggi, aku berhenti mau makan dan istirahat sebentar sambil mikir, ingatan aku melayang lagi saat pertama kali aku pergi ke Payakumbuh bareng bang mori, dia nunjukin jalan ke payakumbuh, lewat jalan-jalan tikusnya di bukittinggi, alhasil setelah masuk kota bukittinggi, simpang pertama aku bener jalannya, masuk kedalam banyak sekali simpang, akupun akhirnya tersesat bukittinggi, bener kata pepatah itu kalo malu bertanya jalan-jalan deh akhirnya, aku pun nanya sama orang yang jualan duren dipinggir jalan, dia ngasih tau dan aku pun akhirnya sampai ke baso,
**********
Nyampe baso aku langsung nemuin pak Mono, Site Manager disini, sebelumnya aku hanya kenal nama saja sama dia, tapi disini kenal langsung, senin ini tanggal 15 november, dan tanggal 17 itu hari raya idul Adha, aku mikirnya, padahal dua hari lagi lebaran, kok pak alif maksa banget ya nyuruh aku kesininya, padahal senin selasa itu sama sekali aku nggak ada dikasih kerjaan, sama seperti pak joko dan bang joni kesini, sama sekali belum nggak ada dikasih kerjaan seminggu diawal datang keproyek, selasa sore pun datang, aku liat langit mendung banget, waduu gimana mau pulang pikirku, akhirnya aku cepat-cepat beresin baju yang mau dibawa pulang, siang itu pak mono sedang ada tamu, aku bingung gimana cara ngomongnya, dari luar aja aku kasih kode sama dia kalo aku mau pulang karena besok lebaran, awalnya dia geleng-geleng, nah aku bingung, maksudnya geleng-geleng apa, tapi ngeliat langit yang semakin gelap tanpa pikir panjang aku langsung pergi ke mess, ambil barang pake sarung tangan dan langsung terbang ke pasaman, ke katimaha tepatnya, kampung halaman tercinta. Aku pulang lewat jalan padang luar belok kekanan nyampe matur nembusnya ke kelok 44, turun di danau maninjau, wuhhh nggak tau kenap perfect sekali rasanya pulang saat itu, ngeliat semua pemandangan-pemandangan indah, padahal sebelum nyampe kelok 44, aku nyaris masuk simpang yang salah, jujur saja baru sekali aku lewat pake motor sendiri kesitu, kalo aku jalan pake motor kesitu ingatnya ketika abis ujian UAN taun 2010 ini, hari senin kami siswa-siswa SMK negeri 5 padang pada selesai ujian nasional, aku dan teman Ge_be Community buat Planing mau jalan-jalan keliling sumbar, katanya sih yang keliling sumbar, tapi itu touring paling extreme yang pernah kita lakuin selama sekolah, lebih parah dibanding saat kami semua pergi ke kota painan beberapa kali dan ke pasaman juga pernah, bahkan salah satu dari touring itu adalah ketika sedang belajar, salah satu dari kami, punya ide buat bolos satu kelas dan pergi maen-maen ke painan dengan menggunakan seragam sekolah, akhirnya kamipun bolos dan berangkat ke painan, ehmm balik lagi kecerita yang tadi, senin setelah selesai ujian itu, kami diskusi mau kemana perjalanan kali ini, dan nggak lupa bendera Ge_be yang akan dibawa, akhirnya diputuskan kita semua akan jalan dari padang ke solok, terus kedanau singkarak, tembus padang panjang langsung kebukittinggi, rencana nya mau balik kepadang lewat silaing, ehh kami dapat kabar dari ibuk kos ternyata hari ini jalan disilaing longsor, dan kami batalkan lewat ke silaing, kami pun rencanakan pulang lewat padang luar, kedanau maninjau, lewat lubuk basung, terus ke tiku sampe ke pariaman, dan akhirnya balik lagi ke padang.
Hari ini hari selasa dimana kami berjanji akan pergi jalan bersama, ada delapan motor yang ikut waktu itu, dengan orang sebanyak 15 orang, pagi yang cerah itu semua sudah berkumpul dikosan aku, setelah semua datang, kamipun berangkat dengan minta izin dulu dengan ibuk kos, dalam perjalanan itu, awalnya hanya biasa saja, hanya cipuik tu yang nggak jelas, awalnya pagi itu dia nggak datang, ketika kami sudah sampai di simpang haru, dia nelfon kalo dia mau ikut dan dia masih digunung pangilun, akhirnya kami pun menunggu dia by pass, setelah nunggu 15 menit, dia pun datang, dan akhirnya ada 2 motor yang Cuma satu orang saja isinya, awalnya kami ragu kalo motor ridho nggak bakalan kuat buat jalan sejauh itu, tapi keputusannya, nggak ada motor yang ditinggal semuanya dibawa, hanya motor ison yang ditinggal di kos ku karena motornya yang nggak jelas, bahkan STNK nya pun nggak ada, masalah awal muncul ketika tanjakan di indarung tepatnya setelah lewat semen padang, putra ketinggalan jauh dibelakang, setelah nunggu beberapa lama, dia datang, ternyata minyak motornya abis, setelah sampai di sitinjau laut kami berhenti di panorama, dimana kita kalo cuaca bagus kita bisa liat bagaimana bentuk kota padang dari situ, kitapun melanjutkan perjalanan, setelah tanjakan mulai abis, putra hilang lagi, nggak tau kemana, ternyata setelah ditunggu, ternyata tadi rantai motor nya lepas, masalah lagi putra, kamipun melanjutkan perjalanan lagi, didepan ada polisi razia mobil, putra yang suratnya nggak lengkap, melihat polisi langsung aja muter, dan kabur kebalakang, setelah semua lewat, kita tau kalau itu hanya razia mobil, terpaksa jemput putra lagi kebelakang, masalah ini pun selesai, kami melanjutkan perjalanan, lewat dari kota solok kami langsung ketemu sama danau singkarak, sedang enak-enaknya bawa motor sambil nikmatin pemandangan, kita kaget, ternyata diperbatasan kabupaten tanah datar itu ada polisi Razia, aku dan teman-teman yang lain yang punya sim dan STNK yang lengkap, nurut aja sama tu Polantas, aku liat putra berhasil kabur kembali kebelakang, sedangkan tomi dan ison yang nggak punya sim berhasil kabur kedepan, tanpa diketahui polantas, karena rombongan kami terlalu banyak apa lagi saat kami lewat ada bus yang juga sedang melintas, diantara kami yang diamankan, rahmat kena, dia punya sim dan STNK nya mati 2 hari, dia minta sim ditinggal, atau STNK yang ditinggal jelas kami nggak mau, riki yang juga kena, hanya membiarkan simnya sama polisi, riki bilang “sim yang itu udah jelek, mending besok bikin lagi dipadang yang bagus” hahaha aku hanya tertawa mendengar omongannya, akhirnya rahmat bayar 50,000,- rupiah untuk pajak yang hanya mati 2 hari, dasar Polantas itu, hanya telat 2 hari saja mintanya 50,000,-, tapi ikhlaskan sajalah, setelah semua selesai, kami pun lanjut, dan berhenti 100m dari polisi itu razia, mikirin gimana putra biar selamat, kalo nyuruh dia balik kepadang itu udah ngga mungkin karena kita udah jaoh banget dari padang, kami pun berfikir lagi, akhirnya beta punya ide, kita yang punya sim yang udah ditilang balik lagi kebelakang, pura-pura kejatuhan Hp, nah tu Polantas biarin aja kita lewat, gara-gara tadi kita udah kena, pas nyampe belakang ketemulah dengan putra yang lagi duduk santai dipondok tepi danau singkarak itu, “bro,, sekarang qm pake aja motornya rame-rame kita lewat depan Polantas itu, kan kita yang balik kesini ini yang udah kena razia sama mereka, kan mereka udah kenal siapa kita tuh, jadi nanti kita santai aja lewatnya” jelas beta yang ngatur rencana, najis juga sih beta gayanya, sampe-sampe tomi sebel ngeliat dia, dan kitapun menjalankan rencana itu, dengan perasaan was-was, kitapun sedikit demi sedikit, mendekati tempat polantas, dan setelah lewat, mereka hanya tersenyum pada kami, lewat dari polantas, kitapun kabur sekencang-kencangnya, kayak “oemar Bakrie” hehehe,,, selamat deh akhirnya putra, hufft,
Saat masih melintas dipinggiran danau singkarak kita berhenti sebentar disebuah rumah makan, bukannya makan malah beli sambal, sekalian numpang sholat, abis dari rumah makan itu, kita semua langsung berangkat buat cari tempat dipinggiran danau buat makan, nyari teruss nyari sampai keujung, eh tau-taunya tu danau udah abis aja, waahh nyesel banget jadinya, rencana makan dipinggiran danau dibatalkan, hehe, emang harus dibatalkan, kan udah kelewat, akhirnya diputuskan buat makan dipadang panjang, ujung-ujungnya nggak ada juga tempat santai bisa buat makan dipadang panjang, dan akhirnya, sampai bukittinggi, dideket jam gadang lah kita makan siang pukul 14,00 wib,
Makan siang selesai, kita semua berpencar dipusat bukittinggi, janji kumpul lagi dijam gadang, semuapun berpencar termasuk aku yang pergi nyari-nyari souvenir, akhirnya aku putusin beli gelang karet warna biru, sepasang, yang satu namanya aku buat “han” yang sati lagi “chi”, kado buat desi eryon dipadang, angga malah beli rumah adat mini buat ieie ceweknya, hahahaha aneh-aneh ajaa tu angga, aku ijup ryan dan beta, jalan-jalan sambil nemenin ijup beli tas laptop, sambil gangguin tu mbak-mbak yang jualan, hehehe dasar mbak nya juga suka digangguin, lama sekali kita semua muter-muter dibukittinggi akhirnya jam 16,00 wib, kami ngumpul lagi di jam gadang, melanjutkan perjalanan yang tergolong masih sangat jauh, kamipun berangkat ngebut-ngebut ditengah keramaian kendaraan, aku duluan didepan, eh tau nya semua ketinggalan karena smuanya pada beli bensin dulu di SPBU, cukup lama juga aku menunggu mereka sampai dipadang luar, setelah mereka sampai kami pun melanjutkan perjalanan, sampai di balingka pas sekali disimpang jalan lintas sicincin balingka, muazin dimesjid mengumandangkan adzan maghrib, kami pun berhenti dimesjid didekat simpang itu, waaahhh dingin sekali airnya disitu, selesai shalat kamipun lanjut, dengan kondisi matahari sudah nggak ada lagi, sampai kami di matur, semua masih baik-baik aja, nggak tau diamana awal mulanya ketika akan memesuki kelok 44, hujan yang sangat lebat sekali turun, kamipun berhenti disalah satu warung warga didaerah situ, sambil menunggu hujan reda, selang beberapa menit kemudian hujan yang lebat tadi berhenti tiba-tiba, kamipun dengan segera langsung melanjutkan perjalanan, sampai akhirnya kami sampai dikelok 44 paling atas, hujan tadi yang udah reda datang lagi, kami semua sudah tak perduli lagi, selamatkan barang-barang yang mudah rusak kena air, kamipun lanjut, turun dari kelok44 kebawah sampai kekelok1 dengan hujan yang sangat lebat, aku ngeri sekali ketika sampai dekelok28 disana ada mobil terbalik, ngga tau penumpangnya selamat apa ngga, yang pasti kami terus melanjutkan perjalanan, habis kelok hujanpun reda, disepanjang pinggiran danau maninjau nggak ada lagi hujan, sampai kami meninggalkan daerah maninjau, masuk daerah lubuk basung, hujan lagi, karna tadi bajunya udah hampir jering karena angin, kami berhenti kagi dipasar lubuk basung itu, lama ditunggu hujannya nggak reda-reda, aku pun angkat bicara, padahal hujannya masih lebat, aku pura ngga tau, “ehh teman, ujannya udah berhenti nih, yuk lanjut aja”, semua pada setuju aja, kami berangkat, ngga beberapa jauh dari pasar itu hujan reda lagi, sampai kota pariaman hujan lagi, sampai balik lagi kos aku dipadang udah ngga punya darah lagi, pucat bener-bener pucat. Dua hari kemudian setelah senang-senang, aku pulang kampung lagi dengan bahagia,,,, hahaha.
Hahaha,,,,
Itu rasa penasaran pak andi saat pertama kali aku menginjakkan kaki diproyek ini,, padahal diawal-awal aku disini, aku takut sekali dengan dia,, wajahnya sedikit menakutkan (jangan marah pak andi yaa) didalam otakku yang terpikir saat bertemu dia “wuiiiihhh,,, siapa orang ini,,, kok kayak gituu,, pasti dia orangnya susah bergaul nihh,,,”
Ehhh tau nya setelah beberapa minggu disini,,
Ternyata pak andi itu orangnya asik,,,
Bisa menjadi tempat berbagi cerita,,,
Sering ngasih saran yang baek2..
Dan terakhir aku tau tenyata dia itu bekas guru agama,,,
Basic nya ,,, dulu dia itu anak stm yang bandel juga,, ikut tauran,, belain temen sampe motong telinga orang,,, huh,, lebih ngeri dibanding saat aku masih di stm...
********
Pertengahan November,,
Hari ini hari minggu, semua orang pada nggak kekantor, sekarang aku yang beberapa minggu ini nginep dikantor, yang harus ngurusin PHO abis selesai proyek, tinggal dikantor deh berdua sama pak de, saat bangun aku bingung mau ngapain ya hari ini?? Mau kekos yang lama, semua anak sekolah pada libur, pasti adek-adek kos aku yang dulu pada pulang semua,, temen-temen gb pasti pada sibuk sama urusannya masing-masing, yang sibuk bikin tugas kuliah lah, yang kerjalah, aku bangkit langsung pergi mandi, abis mandi langsung nongkrong deh didepan komputer buka fesbuk, lagi asik fesbukan eh tau nya pak alif sama wieldi nongol, trus dia nanya,, “hanafi lagi kerja apa sekarang??” ya udah pasti aku jawablah “udah abis kerjaannya pak,, kan proyeknya udah abis”, lantas hari itu juga dia nyuruh aku untuk berangkat ke bukittinggi,, “oo ya udah,, nanti hanafi saya kirim ke Baso buat bantu-bantu proyek disana, nanti saya hubungi kepala proyeknya” kata pak alif, dalam hati aku bilang, “maakk,,, yang aku fikirin bukan masalah proyeknya,, yang aku fikirin aku kan ngga tau jalan arah kebaso nanti kalau nyasar gimana???’’
“ya udah,, kamu udah makan siang??” ucapan pak alif menyadarkan aku lagi, “belum pak” jawabku “yuk kita keluar pergi makan”.
Alhasil aku pergi makan siang sama pak alif,wieldi, dan bang ar siang ini, awalnya bingung mau pergi kemana, nah ujung-ujungnya terpaksa lah aku harus makan pizza karena mereka pengennya makan disitu, jaa males sekali harus makan pizza makanan seperti apa itu??, turun dari mobil saat akan masuk dari kejauhan aku lihat seorang cewek yang rasanya aku kenal sekali, cewek itu pegawai pizza aku tau karena dia memakai seragam, pas aku masuk, mak bener,, ini ipit anak adik ayah aku,, temen aku satu sekolahan lagi saat masih di Mtsn, dia hanya senyum dan aku juga senyum, gobloknya aku, kenapa aku nggak ngomong sama dia, hanya sekedar senyam-senyum doang toh nggak ada sepatah katapun yang aku ucapkan, aku juga ragu mau ngomong sama dia, posisinya sekarangkan lagi kerja, wadauu pasti sekarang dia nanggap aku sombong, aduuuuuuuuu aku nyesel banget nggak ngobrol sama dia, seenggaknyakan aku harus nanya, nanya kabar kek, nanya dimana kuliah, atau nanya apalah gitu,, nah sekarang pasti dia nanggap aku tuh orang yang sombong, pas aku mau pulang aku nggak ngeliat lagi dimana dia, huft,, kalo ketemu lagi aku mau minta maaflah, atau besok-besok kalo ada waktu, aku mau kerumahnyalah sekalian,, merasa bersalah sekali...
Nyampe kekantor lagi, aku langsung online lagi, sampai jam 5 sore pak alif nyamperin aku yang lagi didepan komputer, “hanafi, nih sms balesan dari pak hari, sore ini juga kamu berangkat!!” katanya, “ya pak aku mandi dulu pak”..
Abis mandi aku berkemas, langsung terbang deh sama motor aku si “bebe” berangkat jam 5 sore, Cuma sekitar 1 jam dijalan hari mulai gelap, baru nyampe kayu tanam gelap banget, paling ngeri saat aku sampe disilaing tempat dipadang panjang yang sering longsor itu loh, waah kacau lewat disitu, mana nggak ada temen lagi pas lewat, lampu jalan nggak ada, nyaris aja aku masuk selokan, ini pertama kalinya aku lewat sini pake motor sendiri.
Akhirnya aku sampai dikota bukittinggi, aku berhenti mau makan dan istirahat sebentar sambil mikir, ingatan aku melayang lagi saat pertama kali aku pergi ke Payakumbuh bareng bang mori, dia nunjukin jalan ke payakumbuh, lewat jalan-jalan tikusnya di bukittinggi, alhasil setelah masuk kota bukittinggi, simpang pertama aku bener jalannya, masuk kedalam banyak sekali simpang, akupun akhirnya tersesat bukittinggi, bener kata pepatah itu kalo malu bertanya jalan-jalan deh akhirnya, aku pun nanya sama orang yang jualan duren dipinggir jalan, dia ngasih tau dan aku pun akhirnya sampai ke baso,
**********
Nyampe baso aku langsung nemuin pak Mono, Site Manager disini, sebelumnya aku hanya kenal nama saja sama dia, tapi disini kenal langsung, senin ini tanggal 15 november, dan tanggal 17 itu hari raya idul Adha, aku mikirnya, padahal dua hari lagi lebaran, kok pak alif maksa banget ya nyuruh aku kesininya, padahal senin selasa itu sama sekali aku nggak ada dikasih kerjaan, sama seperti pak joko dan bang joni kesini, sama sekali belum nggak ada dikasih kerjaan seminggu diawal datang keproyek, selasa sore pun datang, aku liat langit mendung banget, waduu gimana mau pulang pikirku, akhirnya aku cepat-cepat beresin baju yang mau dibawa pulang, siang itu pak mono sedang ada tamu, aku bingung gimana cara ngomongnya, dari luar aja aku kasih kode sama dia kalo aku mau pulang karena besok lebaran, awalnya dia geleng-geleng, nah aku bingung, maksudnya geleng-geleng apa, tapi ngeliat langit yang semakin gelap tanpa pikir panjang aku langsung pergi ke mess, ambil barang pake sarung tangan dan langsung terbang ke pasaman, ke katimaha tepatnya, kampung halaman tercinta. Aku pulang lewat jalan padang luar belok kekanan nyampe matur nembusnya ke kelok 44, turun di danau maninjau, wuhhh nggak tau kenap perfect sekali rasanya pulang saat itu, ngeliat semua pemandangan-pemandangan indah, padahal sebelum nyampe kelok 44, aku nyaris masuk simpang yang salah, jujur saja baru sekali aku lewat pake motor sendiri kesitu, kalo aku jalan pake motor kesitu ingatnya ketika abis ujian UAN taun 2010 ini, hari senin kami siswa-siswa SMK negeri 5 padang pada selesai ujian nasional, aku dan teman Ge_be Community buat Planing mau jalan-jalan keliling sumbar, katanya sih yang keliling sumbar, tapi itu touring paling extreme yang pernah kita lakuin selama sekolah, lebih parah dibanding saat kami semua pergi ke kota painan beberapa kali dan ke pasaman juga pernah, bahkan salah satu dari touring itu adalah ketika sedang belajar, salah satu dari kami, punya ide buat bolos satu kelas dan pergi maen-maen ke painan dengan menggunakan seragam sekolah, akhirnya kamipun bolos dan berangkat ke painan, ehmm balik lagi kecerita yang tadi, senin setelah selesai ujian itu, kami diskusi mau kemana perjalanan kali ini, dan nggak lupa bendera Ge_be yang akan dibawa, akhirnya diputuskan kita semua akan jalan dari padang ke solok, terus kedanau singkarak, tembus padang panjang langsung kebukittinggi, rencana nya mau balik kepadang lewat silaing, ehh kami dapat kabar dari ibuk kos ternyata hari ini jalan disilaing longsor, dan kami batalkan lewat ke silaing, kami pun rencanakan pulang lewat padang luar, kedanau maninjau, lewat lubuk basung, terus ke tiku sampe ke pariaman, dan akhirnya balik lagi ke padang.
Hari ini hari selasa dimana kami berjanji akan pergi jalan bersama, ada delapan motor yang ikut waktu itu, dengan orang sebanyak 15 orang, pagi yang cerah itu semua sudah berkumpul dikosan aku, setelah semua datang, kamipun berangkat dengan minta izin dulu dengan ibuk kos, dalam perjalanan itu, awalnya hanya biasa saja, hanya cipuik tu yang nggak jelas, awalnya pagi itu dia nggak datang, ketika kami sudah sampai di simpang haru, dia nelfon kalo dia mau ikut dan dia masih digunung pangilun, akhirnya kami pun menunggu dia by pass, setelah nunggu 15 menit, dia pun datang, dan akhirnya ada 2 motor yang Cuma satu orang saja isinya, awalnya kami ragu kalo motor ridho nggak bakalan kuat buat jalan sejauh itu, tapi keputusannya, nggak ada motor yang ditinggal semuanya dibawa, hanya motor ison yang ditinggal di kos ku karena motornya yang nggak jelas, bahkan STNK nya pun nggak ada, masalah awal muncul ketika tanjakan di indarung tepatnya setelah lewat semen padang, putra ketinggalan jauh dibelakang, setelah nunggu beberapa lama, dia datang, ternyata minyak motornya abis, setelah sampai di sitinjau laut kami berhenti di panorama, dimana kita kalo cuaca bagus kita bisa liat bagaimana bentuk kota padang dari situ, kitapun melanjutkan perjalanan, setelah tanjakan mulai abis, putra hilang lagi, nggak tau kemana, ternyata setelah ditunggu, ternyata tadi rantai motor nya lepas, masalah lagi putra, kamipun melanjutkan perjalanan lagi, didepan ada polisi razia mobil, putra yang suratnya nggak lengkap, melihat polisi langsung aja muter, dan kabur kebalakang, setelah semua lewat, kita tau kalau itu hanya razia mobil, terpaksa jemput putra lagi kebelakang, masalah ini pun selesai, kami melanjutkan perjalanan, lewat dari kota solok kami langsung ketemu sama danau singkarak, sedang enak-enaknya bawa motor sambil nikmatin pemandangan, kita kaget, ternyata diperbatasan kabupaten tanah datar itu ada polisi Razia, aku dan teman-teman yang lain yang punya sim dan STNK yang lengkap, nurut aja sama tu Polantas, aku liat putra berhasil kabur kembali kebelakang, sedangkan tomi dan ison yang nggak punya sim berhasil kabur kedepan, tanpa diketahui polantas, karena rombongan kami terlalu banyak apa lagi saat kami lewat ada bus yang juga sedang melintas, diantara kami yang diamankan, rahmat kena, dia punya sim dan STNK nya mati 2 hari, dia minta sim ditinggal, atau STNK yang ditinggal jelas kami nggak mau, riki yang juga kena, hanya membiarkan simnya sama polisi, riki bilang “sim yang itu udah jelek, mending besok bikin lagi dipadang yang bagus” hahaha aku hanya tertawa mendengar omongannya, akhirnya rahmat bayar 50,000,- rupiah untuk pajak yang hanya mati 2 hari, dasar Polantas itu, hanya telat 2 hari saja mintanya 50,000,-, tapi ikhlaskan sajalah, setelah semua selesai, kami pun lanjut, dan berhenti 100m dari polisi itu razia, mikirin gimana putra biar selamat, kalo nyuruh dia balik kepadang itu udah ngga mungkin karena kita udah jaoh banget dari padang, kami pun berfikir lagi, akhirnya beta punya ide, kita yang punya sim yang udah ditilang balik lagi kebelakang, pura-pura kejatuhan Hp, nah tu Polantas biarin aja kita lewat, gara-gara tadi kita udah kena, pas nyampe belakang ketemulah dengan putra yang lagi duduk santai dipondok tepi danau singkarak itu, “bro,, sekarang qm pake aja motornya rame-rame kita lewat depan Polantas itu, kan kita yang balik kesini ini yang udah kena razia sama mereka, kan mereka udah kenal siapa kita tuh, jadi nanti kita santai aja lewatnya” jelas beta yang ngatur rencana, najis juga sih beta gayanya, sampe-sampe tomi sebel ngeliat dia, dan kitapun menjalankan rencana itu, dengan perasaan was-was, kitapun sedikit demi sedikit, mendekati tempat polantas, dan setelah lewat, mereka hanya tersenyum pada kami, lewat dari polantas, kitapun kabur sekencang-kencangnya, kayak “oemar Bakrie” hehehe,,, selamat deh akhirnya putra, hufft,
Saat masih melintas dipinggiran danau singkarak kita berhenti sebentar disebuah rumah makan, bukannya makan malah beli sambal, sekalian numpang sholat, abis dari rumah makan itu, kita semua langsung berangkat buat cari tempat dipinggiran danau buat makan, nyari teruss nyari sampai keujung, eh tau-taunya tu danau udah abis aja, waahh nyesel banget jadinya, rencana makan dipinggiran danau dibatalkan, hehe, emang harus dibatalkan, kan udah kelewat, akhirnya diputuskan buat makan dipadang panjang, ujung-ujungnya nggak ada juga tempat santai bisa buat makan dipadang panjang, dan akhirnya, sampai bukittinggi, dideket jam gadang lah kita makan siang pukul 14,00 wib,
Makan siang selesai, kita semua berpencar dipusat bukittinggi, janji kumpul lagi dijam gadang, semuapun berpencar termasuk aku yang pergi nyari-nyari souvenir, akhirnya aku putusin beli gelang karet warna biru, sepasang, yang satu namanya aku buat “han” yang sati lagi “chi”, kado buat desi eryon dipadang, angga malah beli rumah adat mini buat ieie ceweknya, hahahaha aneh-aneh ajaa tu angga, aku ijup ryan dan beta, jalan-jalan sambil nemenin ijup beli tas laptop, sambil gangguin tu mbak-mbak yang jualan, hehehe dasar mbak nya juga suka digangguin, lama sekali kita semua muter-muter dibukittinggi akhirnya jam 16,00 wib, kami ngumpul lagi di jam gadang, melanjutkan perjalanan yang tergolong masih sangat jauh, kamipun berangkat ngebut-ngebut ditengah keramaian kendaraan, aku duluan didepan, eh tau nya semua ketinggalan karena smuanya pada beli bensin dulu di SPBU, cukup lama juga aku menunggu mereka sampai dipadang luar, setelah mereka sampai kami pun melanjutkan perjalanan, sampai di balingka pas sekali disimpang jalan lintas sicincin balingka, muazin dimesjid mengumandangkan adzan maghrib, kami pun berhenti dimesjid didekat simpang itu, waaahhh dingin sekali airnya disitu, selesai shalat kamipun lanjut, dengan kondisi matahari sudah nggak ada lagi, sampai kami di matur, semua masih baik-baik aja, nggak tau diamana awal mulanya ketika akan memesuki kelok 44, hujan yang sangat lebat sekali turun, kamipun berhenti disalah satu warung warga didaerah situ, sambil menunggu hujan reda, selang beberapa menit kemudian hujan yang lebat tadi berhenti tiba-tiba, kamipun dengan segera langsung melanjutkan perjalanan, sampai akhirnya kami sampai dikelok 44 paling atas, hujan tadi yang udah reda datang lagi, kami semua sudah tak perduli lagi, selamatkan barang-barang yang mudah rusak kena air, kamipun lanjut, turun dari kelok44 kebawah sampai kekelok1 dengan hujan yang sangat lebat, aku ngeri sekali ketika sampai dekelok28 disana ada mobil terbalik, ngga tau penumpangnya selamat apa ngga, yang pasti kami terus melanjutkan perjalanan, habis kelok hujanpun reda, disepanjang pinggiran danau maninjau nggak ada lagi hujan, sampai kami meninggalkan daerah maninjau, masuk daerah lubuk basung, hujan lagi, karna tadi bajunya udah hampir jering karena angin, kami berhenti kagi dipasar lubuk basung itu, lama ditunggu hujannya nggak reda-reda, aku pun angkat bicara, padahal hujannya masih lebat, aku pura ngga tau, “ehh teman, ujannya udah berhenti nih, yuk lanjut aja”, semua pada setuju aja, kami berangkat, ngga beberapa jauh dari pasar itu hujan reda lagi, sampai kota pariaman hujan lagi, sampai balik lagi kos aku dipadang udah ngga punya darah lagi, pucat bener-bener pucat. Dua hari kemudian setelah senang-senang, aku pulang kampung lagi dengan bahagia,,,, hahaha.
Subscribe to:
Posts (Atom)

