Saturday, 9 June 2012

“Holiday” yang Sedikit Berbeda ( Chapter 1 )


Dikejar-kejar deadline sudah menjadi aktifitasku 2 tahun belakangan ini, dari awal tahun kemaren 2012, sudah empat bulan lebih aku tidak pulang, didalam peraturannya tertera, boleh pulang sekali dalam 3 bulan, karena aku merasa pulang kerumah tanggung banget rasanya, karena udah lewat bulannya, ditambah kerjaan aku nanggung dan masih banyak banget, kan biaya transportnya bisa di uangkan, lumayan duitnya, maka aku membuat keputusan untuk tidak pulang, sebaiknya nunggu lebaran depan aja pulang.

Ternyata oh ternyata, ini untuk kesekian kalinya rencana yang aku buat berantakan dengan sukses, aku harus pulang karena alasan yang sangat mendesak, uni-ku sms, nyuruh aku kalo bisa pulang aja, alasannya lumayan menyedihkan, ayahku sakit. Dalam perjalanan pulang aku tak pernah memikirkan tentang liburan, yang aku fikirkan hanya ayah, dan semoga dia baik-baik aja,

Sehabis sms yang aku terima jam 11 malam itu, aku langsung izin ke bos, kebetulan project manager lagi disini, dan balik ke mess packing barang terus langsung berangkat malam itu juga, nunggu bus yang lewat dari jakarta ke padang, akhirnya aku dapet bus, jam 1 malam, ini kali pertama aku naik  bus sejauh ini, sehari 2 malam didalam bus, AC lagi, ini aku jelasin yah, ngedem dalam bus ber-AC sehari 2 malam, itu sama aja dengan bunuh diri, persamaannya sama aja dengan minum kalpanax 15 botol dan botol-botolnya dimakan sekalian, bahkan jauh lebih buruk, sesampainya dipadang jam 6 pagi didua malam berikutnya, aku sudah membeku, keluar dari bus subuh-subuh, dan itu adalah subuh terhangat sepanjang sejarah hidupku, tak pernah aku merasa subuh sehangat itu sebelumnya.
Dan langsung saja, aku nyari bus lagi buat kekampung, dari padang masih 5 jam lagi -_-

Sampai dirumah, tentu saja ayah yang aku cari terlebih dahulu, ternyata dia sudah rada sembuh, tidak seperti malam ketika ibu menelfon, tapi aku lihat muka ayah pucat, mungkin masih sakit, tapi aku bersyukur, ayah sudah sehat.

Dan dimulailah holiday panjang ini,
Dalam peraturan cuti bolehnya Cuma sepuluh hari, tapi karena kantor rada telat transfer biaya transportnya, akupun sampe 2 minggu dirumah, biasanya punya banyak kerjaan, dan ketika dirumah bengong, dan itu sangatlah aneh rasanya, aku pengen main kepadang ketemu temen-temen, kantong lagi bokek, main dengan temen yang dikampung, semuanya pada kuliah ke padang -_-
Awalnya aku berfikir, ini liburan yang sangat buruk, tetapi tidak, tanggal merah 2 hari dan dekat dengan weekend menyelamatkanku, uni-ku yang kerja di bank dapet libur lumayan panjang, dia yang punya ide bego buat ngajakin ke sasak! WHAT!!!!! Sasak??? Apa itu?,
Dalam ilmu geografi dikampungku, sasak ialah perbatasan sebelah barat kabupaten pasaman barat, berbatas dengan samudera hindia, uni ingin mengajakku ketempat yang belum pernah aku kunjungi disasak, dan dengat penuh semangat dan mata berkaca-kaca dia mengatakan,

“nyokk besok kita jalan-jalan kesasak, napi belum pernah kan? Ke pohon 1000?, asik lo tempatnya pi” teriaknya girang

Pohon seribu?, apaan tuh? 20 tahun aku menjadi warga Pasaman Barat, untuk pertama kalinya aku mendengar sebuah tempat wisata bernama “Pohon Seribu”

ibu yang denger rencana tolol besar inipun ngga mau ketinggalan, bagaimanapun caranya, ibu pengen ikut, dan entah ada angin apa, ibu itu orang yang sungguh tidak suka, dengan acara yang ngga jelas semacam itu, apalagi jalan-jalan sama anaknya kepantai, bukan ibu banget deh kayaknya, tapi ngga tau kenapa hari itu ibu mengajukan diri untuk ikut kepantai, bersama anak-anaknya, yaitu uni, *uni sebutan kakak perempuan diminang kabau* aku dan adek ku ika, itu yang kemaren aku ceritain sebelum postingan ini, kebetulan dia lagi ngga galau waktu itu.

Entah dari mana awal mulanya, ternyata satu dari 2 saudariku ini ada yang ember, tiba-tiba dihari H, paginya mami (adek ibu ) juga pengen ikut sama suaminya, dia memang orangnya travelholic, ngga bisa denger orang mau jalan-jalan, pasti bawaannya pengen daftar dan ikut jalan-jalan rame-rame, memang kebetulan waktu itu rencananya, pergi kepantainya abis shalat Ashar, sekalian liat sunset, lagian dari rumah aku pantai sasak itu hanya sekitar 20 KM, palingan juga setengah jam-an dijalan.

Siang dihari yang sama, tiba-tiba, abang sepupu aku, biasa aku panggil “uda iwan” *uda ialah panggilan abang di minangkabau*, datang kerumah bersama istri dan 1 anaknya bernama Abid, sumpah, susah banget biar bisa deket sama tuh anak, ini die nih penampakannya.

gigi lu mane ntong?
Dan ika pun, mengeluarkan jurus embernya, menggajak istri da iwan untuk ikut kesasak sore nanti, istri da iwan pun tergoda oleh rayuan maut siska, dan merengek kepada suaminya untuk ikut nanti sore, da iwan awalnya sama sekali ngga mau, tau deh kok tiba-tiba jadi mau.
Yo wis lah tanggung, sekalian aku ajak abang aku yang paling gede, yaitu kak Ides, (cewek apa cowok?) dia itu cowok tapi namanya ides, panjangnya Desrimal (yakin lo cowok?) yakin banget lah, orang dia abang gue kok!

Udah jam 3 sore, semuanya pada belum siap, lalu mami pun menelfon ika, katanya, jam 4 sore harus udah siap yah, pokonya mami bakalan nyampe dirumahku sebelum jam 4 sore, begitu janjinya, dan semuanyapun pada siap-siap, opss tunggu, ayah ngga ikut?, ayah memang ngga ikut, Karena memang ngga diajak dan ayahpun ngga mengajukan diri untuk ikut, lagian ntar warung siapa yang jaga, ayah juga lagi sakit, ngga usah keluar rumah dulu mending dirumah dulu lah,
jam yang menggelantung didinding sudah menunjukkan pukul empat sore, lewat beberapa menit, mami yang sok-sok an bakalan ontime ternyata terlambat, ditelfon juga ngga diangkat, dan seraya menunggu kitapun foto-foto dulu didepan warung ayah, dan akhinya impian terbesar ni meri selama ini terwujud, dia berhasil foto bareng ayu ting-ting, dan aku melepas kerinduanku yang sangat dalam pada bebe, motor kesayangan, dan ika dengan gaya sok gehol ngga jelasnya? Berikut penampakannya

Foto bareng Ayu ting-ting
Lama tak bersua
miss galau

mamipun dateng sambil nyengir, semua pada protes sama mami, dan kitapun langsung berangkat menuju sasak, singgah bentar dirumahnya abid, lalu lanjut lagi, and then Welcome to sasak

Welcome to Sasak
akhirnya sampailah kita ke “POHON SERIBU”, rumor yang beredar sih, mengatakan kalau pohon yang ada disini ada seribu.

Sebelum Nyampe
Tapi aku tak hitung seberapa banyak pohon disitu, tapi jika dilihat pasti ngga bakalan sampe seribu pohon yang disitu, kalo ranting atau daunnya mah iya, pasti lebih seribu,

Ini nih, foto dipohon seribu, dipinggiran pantai sasak

Pohon Seribu, Sasak

Pohon Seribu, Sasak
Arah ke Pantai daro "Pohon Seribu"

Dan inilah foto pantai sasak,

Pantai Sasak, Pasaman Barat

Pantai Sasak, Pasaman Barat
Pantai Sasak, Pasaman Barat
Pantai Sasak, Pasaman Barat
Pantai Sasak, Pasaman Barat
Pantai Sasak, Pasaman Barat
Pantai Sasak, Pasaman Barat
Pantai Sasak, Pasaman Barat
Pantai Sasak, Pasaman Barat
Pantai Sasak, Pasaman Barat
Abid ponakan aku malah takut sama laut, kalo iky anak abang aku, malah girang bener, dateng kesini, lari-lari dipasir, udah kayak monyet lepas, ketauan banget ngga pernah jalan-jalan hahahaha. susah banget ngurusinnya, dia tuh kalo lagi diem, manis banget, tapi kalo lagi aktif-aktifnya, pengen jitak tuh kepalanya, dia tuh paling ngga suka dilarang, kalo dilarang dia bakalan nangis, lalu mangap segede-gedenya. Huhh bikin sebel deh pokoknya, tapi kalo ngga ada dia dirumah bawaannya kangen terus dia.

            


Kita ngga kalah Eksis juga dong

Abid & ayah, Kasihan sekali mereka
Kiri Atas : Kak Ides, Uni Meri, Uni Iwis, Ika, Ibu, Mami, Pak Sunar
Kiri Bawah : Abid, Uda Iwan, Iky
Terkesima dengan kegantengan o'om nya, *gantengan kunci maksud lo?*

Random
Ini juga nih, beberap foto sunset pantai sasak!
Kalo ntar kesumbar terus kekampung aku, jangan lupa berkunjung kesini yah,
Ombaknya kecil pasirnya putih :)
Ini salah satu ujung sumatera, jika berada disiti, sama saja seperti berdiri dipinggiran SAMUDERA HINDIA.

lari sana-sini, untung ngga kecebur
Kasihan
Ocean Behind Me
Disini fotonya hasil take sendiri. pake handphone :)

Monday, 4 June 2012

Heh! Dia adikku!!


Tidak terasa, ketika ia mengatakan “ika” untuk dirinya, bagiku dia masihlah anak kecil ingusan yang setiap saat merengek pada ibu saat aku dan kedua kakak-kakakku mengganggunya, dia akan SMA tahun ini, dia adalah adikku yang sangatlah aku sayangi, aku tak pernah ungkapkan ini pada siapapun sebelumnya, adik perempuanku satu-satunya, anak paling bontot, adik yang tanpa sengaja pernah aku patahkan giginya dulu, aku takkan tenang bila dalam sehari tidak mendengar tangisannya, bahkan udah segede sekarangpun, masih sangat mudah membuat dia menangis, dia biasa memanggilku uda, sebutan abang dalam bahasa minang, dari dulu dia lahir ketika aku masih berumur 4 tahun, aku sama sekali tidak pernah menyetujui panggilan uda itu padaku, bahkan dulu setiap ibu memanggilku, piii, dia juga akan berteriak dengan sebutan yang sama. Dan akhirnya ibu pun ikut-ikutan manggil uda napi padaku. Tapi panggilan uda itu, jadi hal menakjubkan bagiku.

5 tahun belakangan, aku tak begitu tau lagi perkembangannya dirumah, dia masih SD ketika aku mulai tak punya banyak waktu lagi dirumah, paling banter hanya 1 bulan lamanya aku dirumah, itupun banyak aku habiskan berantem dalam hal yang ngga jelas dengannya, mengganggunya ketika akan berangkat kesekolah, atau sepulang sekolah.

Kenapa aku membahas masalah seperti ini? Entahlah, sehabis baca bukunya raditya dika bab yang berjudul “Dizalimi kala banjir” itu memang cerita banjir, tapi juga menceritakan ikatan emosinya dengan adik-adiknya, tetap bagi aku itu adalah hal yang absurd sekali dilakukan kakak adek, sehabis membaca bagian yang itu, entah kenapa aku ingat adikku, andaikan dia masih kecil, ketika aku sudah duduk dalam posisi seperti ini, pastilah setiap kali aku pulang kerumah, aku akan ajak dia berputar-putar keliling kota kecilku, membelikan boneka, dan bermacam hal lainnya, aku memang tak punya ingatan yang begitu kuat, sehingga aku lupa, dikala dia sedang unyu-unyunya dulu, apa aku pernah, menggendongnya, membelanya saat dia bermain dengan temannya, atau menghiburnya ketika dia menangis, mencium keningnya ketika ia tidur dipangkuan ibu, apa aku pernah melakukan hal itu?, entahlah aku tak tau, mungkin ibu yang tau cerita ini semua, dan saat ini, dia sudah bukan anak kecil lagi, tapi kenapa aku masih merasa dia anak kecil? Yang harus diperhatikan segala kemauan dan kebutuhannya, meski dalam diam, aku masih sering memantaunya, ingin yang terbaik untuknya, apa itu yang selama ini disebut oleh orang-orang naluri seorang kakak?, entahlah..

Dan hari ini, dia sudah menjadi seorang remaja ALAY!!, bener kata raditya dika itu, buat yang pernah nonton video stand up comedy nya, siklus perkembangan manusia diIndonesia itu seperti ini :

Lahir  ->  Bayi  ->  Balita  ->  Anak-anak  ->  Remaja  ->  ALAAYYYY  -> Dewasa

Aku benar-benar mau muntah membaca status-statusnya dipesbuk yang setiap hari galau!, dan aku begitu kaget, ketika ia menyebut kata ‘mantan’ terselip distatus-statusnya, apa itu salah? Bagiku tidak, aku punya status yang jauh lebih alay, yang mungkin saja bisa membuat seseorang muntaber membacanya, mungkin beberapa tahun belakangan aku pernah alay, jauh sebelum kenal pesbuk, aku punya friendster, ketika beberapa bulan yang lalu aku mencoba membuka akunnya lagi, aku kejang-kejang dengan mulut berbusa, ngeliat statusku yang dulu sangatlah alay, toh itu tidak akan menjadi sebuah permasalahan, jika alay hanya dianggap sebagai sebuah proses, sama halnya dulu, kakakku yang nomor 2, uni meri, dia itu dulu sangat suka dengan lagu-lagu ST 12, dan ketika kebanyakan orang mulai mengelompokkan itu sebagai, musik melayu, sekarang dia anti ST 12, kenapa??? Mungkin itu suatu proses alaynya. Mbehehe

Kembali kemasalah adikku ika, ternyata oh ternyata, adikku sudah punya mantan, begitu cepatkah manusia berkembang? Dan ada sesuatu lagi yang membuat aku ketawa sendiri bila melihatnya, ini sangatlah GELI!!!, disalah satu statusnya dia menuliskan “QALOCU” dia juga mengedit foto menggunakan kata-kata itu, benar-benar saat ini dia adalah seorang remaja labil yang sangat mudah sekali dibaca fikirannya, pasti itu kepanjangan dari :

Nama adek gue + “LOve” + nama cowok adek gue

Atau teorinya gini

iQA LOve CUrut, anggap aja namanya curut, karena walau ditanyapun, sampai dunia kiamat dia ngga bakalan ngaku, inisial CUrut itu siapa!!

dan begitulah,
bagaimana saya seharusnya bersikap sebagai kakak yang baik untuk dia?
Lima tahun bukanlah waktu yang singkat, dia bukanlah anak kecil lagi, walaupun dia tetap adikku!
Aneh juga..
Aku tak pernah memikirkan hal ini sebelumnya..
Aku hanya khawatir, dan tak ingin dia kenapa-napa,

Itu saja....
   
        
dulu unyu
kok jadi kayak gini yah?

Monday, 28 May 2012

Untuk yang Sedih Hatinya


Mumpung lagi ujan, suasana yang enak banget buat mengingat lagi kenangan, ini buat sahabatku yang sedang gundah, untuk sahabatku yang terluka, dan untuk sahabatku yang telah tersakiti oleh skenario dunia dan coret moret takdir dalam tiap lembaran hidupnya.

Ada hal yang lebih pantas ditangisi, dari pada menangisi orang yang telah melukai kita, saat aku berbicara seperti ini, mungkin bakalan banyak yang protes,

“elu itu ngga tau rasanya disakiti”

Aku tau, rasanya kayak makan stroberi dalam jamban sambil beol, bahkan jauh lebih buruk dan lebih sepet daripada itu, makanya berangsur lah dari tepian jurang yang dalam itu, jangan sampai masuk dalam lubang jahanam bernama kesedihan itu, ngga ada salahnya kalau kita sedih, tapi kalau sudah berlebihan?, bahkan tuhan sekalipun benci dengan segala sesuatu yang berlebihan.

Kemaren aku baca-baca timeline dipesbuk, ngga tau deh status siapa, aku juga lupa kata-katanya gimana, but terimakasih banget buat orang yang sudah menginspirasi itu, intinya dia ingin menyampaikan hal ini,

Ternyata kisah masa lalu itu, ngga hanya bisa bikin air mata kesedihan, tapi juga bisa bikin air mata haru, yang bahagianya lebih bahagia daripada ketawa tujuh hari tujuh malam.

Apa yang dia bilang bener banget, aku juga tidak mengerti, kenapa manusia selalu melihat hal yang paling minoritas dalam hidupnya, selalu galau dan stres cuma karena urusan pacar, ada juga sih yang galau karena ngga punya pulsa, itu juga bagian dari minoritas.

Jikalau sedang hujan, dan mulai galau teringat akan mantan, atau cinta masalalu yang durjana, yang sedihnya minta ampun, gundah gulana, ingin nangis karena rasanya tersayat-sayat, dan perih banget, dan air matapun mulai menetes seiring air hujan menetes,

aku punya beberapa saran, alihkan semua kisah sedih itu kekisah bahagia, bersama orang-orang yang sampai saat ini masih dan akan selalu dihati kita,

sebagai misal, ketika hujan mulai menetes, mumpung beberapa hari yang lalu aku liat disepanjang perjalanan dari padang ke martapura banyak banget anak SMA nyoret-nyoret seragam, sumpah itu nyesek banget rasanya, ngga kerasa 2 tahun sudah aku meninggalkan kenangan itu,buat sahabatku yang sedih hatinya dikala hujan, bukalah laptop dan lihat kembali foto-foto kenangan dulu ketika nyoret-nyoret baju bersama sahabat masa SMA yang takkan pernah terlupakan, buat yang tamat SMA taun 90-an, silahkan buka album foto, atau buat yang tamat SMA taun 800 Sebelum Masehi, silahkan datangi gua-gua yang berisi coretan-coretan kegembiraan waktu lulus didinding-dinding gua,
kenang kembali semua hal itu, ketika kita berada ditengah-tengah orang yang benar-benar menyayangi semua yang ada didiri kita, apalagi kalau mengenangnya ketika hujan turun, dada bakalan sesak dan rasanya ingin nangis, maka gantilah air mata kesedihan tadi dengan air mata yang jauh lebih berharga, air mata haru, menangisi orang-orang yang menyayangi kita, kenapa kita harus bersedih, ketika ada satu orang yang menyakiti kita, kita masih punya ribuan orang yang menyayangi dan tak pernah membuat luka yang menyakiti kita, mereka itu sahabat, kenanglah sahabat selalu. Tak ada salahnya kita meneteskan air mata untuk sahabat yang menyayangi kita. Kenapa kita rela menangisi satu orang yang pernah menyakiti kita dan yang kita benci, kalo dalam hukum ekonomi kita rugi.

Ada banyak hal yang perlu kita tangisi didunia ini, jangan buang-buang air mata itu secara percuma, jangan bersedih dengan hal yang tak ada untungnya untuk diri kita, jika kita tidak berada dilingkungan orang yang lucu, maka jadikanlah diri kita lucu dan membuat semua orang tertawa bersama kita, begitu naif rasanya, hanya karena hal yang tidak terlalu penting, kita menutup diri dengan semua kesedihan-kesedihan.

Mulai hari ini, mulailah tertawa, mulai menangis dengan produktif, keluarkanlah tangis bahagia.
Ayo kita tertawa.
HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA
HAHAHAHAHAHAHUHU HUK UHUK UHUK!!!!
MWAHAHAHAHAHAHAHAHAHA

*lagi stress stadium 18*


Friday, 25 May 2012

Let's "Shout Out", Let's Shouts the Change

Well, beberapa hari ini aku dapat cuti 3 bulanan, dan saat ini sedang menikmati masa liburan dirumah, akhirnya akupun jauh dari yang namanya internet, bukan karena kampungku terlalu pelosok untuk sebuah internet, tapi modem lagi ngga bisa dipake, palingan buka laptop Cuma buat nge-game.

Beberapa minggu yang lalu, aku mulai iseng-iseng coba buat masuk kebeberapa komunitas blogger, awalnya cuma buat ikut-ikutan eksis aja, mungkin banyak manfaatnya juga, terbukti beberapa minggu belakangan emang banyak manfaatnya, seenggaknya punya banyak teman dengan hobi yang sama, yaitu ngeblog.

Dan akupun masuk kesebuah komunitas, founder-nya sih selalu menekankan “INI BUKAN KOMUNITAS, TAPI INI ORGANISASI”, yang didirikan oleh blogger kece *katanya* bernama Glen tripollo, dan organisasi yang akan melegenda itu bernama “Blogger Shout Out” biasa disingkat BSO, lantas apa yang membedakannya dengan yang lain?, sudah bisa dilihat dari semua kegiatannya yang terskedul dengan begitu baik, mulai dari penerimaan member baru yang terjadwal, pemberian tugas kepada member baru yang diberi nama pre-project.



Awalnya rada risih juga dengan semua peraturan yang tertera didalamnya, tapi setelah aku baca dengan baik dan benar, serta pertapaan selama 40 hari 40 malam digunung merapi, tuh peraturan banyak benernya juga, lagian nih ya, peraturan mana sih yang kita memang pernah benar-benar suka? Dari dulu aku memang tidak suka dengan yang namanya peraturan, mulai dari peraturan dirumah, peraturan disekolah, peraturan dikos dan peraturan-peraturan lainnya, tapi jika tidak dimulai dari hal-hal kecil, kapan kita akan mendisiplinkan diri?.

Lantas apa tujuannya?
Kita mulai dari sini dulu, bagi aku, seorang blogger, maupun dia baru sehari ngeblog sampe yang sudah bangkotan ngeblog, adalah seorang penulis profesional, yang punya banyak ide kreatif dan opini-opini yang meledak dalam dirinya, sehingga ia tidak bisa menahannya untuk mengerti sendiri, dan tertuanglah kedalam sebuah blog yang dapat dibaca oleh orang banyak!, ketika dia pertama kali dalam hidup memencet tombol publish, dalam postingan pertama, disitu dia sudah meyakinkan orang banyak, bahwasanya seorang penulis profesional baru telah terlahir, dia sudah siap mental setiap cerita dan opininya didengar dan diterima ataupun ditolak oleh orang banyak, apapun itu jenis blognya, mau jurnal kek, kumpulan puisi, cerpen, atau tutorial tulisan sendiri, tetaplah merangkai kata-katanya tidaklah gampang!

Ditengah itu semua, kita butuh media agar opini dan cerita-cerita kita didengar, dan hasil pemikiran hebat seorang blogger bernama GLEN, bukan fredly tapi tripollo, melahirkan(?) sebuah organisasi BSO dengan salah satu tujuan terpentingnya adalah mengkampanyekan sebuah topik hangat setiap bulannya secara massal diwaktu yang sama dari seluruh anggota BSO, dan itu adalah tugas terpenting dan hukumnya wajib bagi seluruh anggota BSO.

lantas bukankah itu sedikit merepotkan? Punya tugas membuat sebuah postingan dengan topik yang sama dan telah ditentukan disetiap bulannya, rasanya memang rada-rada berat menerimanya, tapi dibalik semua hal yang memberatkan itu, cobalah lihat jutaan manfaatnya (kayak minuman bervitamin), coba deh minum obat, pait kan? Tapi penyakit bisa sembuh, begitu juga dengan hal ini, secara tidak langsung, BSO mengajarkan kita untuk kreatif, mengembangkan ide dan opini kita dari sebuah tema yang diangkat,menilainya dari sudut pandang yang kita punya, mengasah kemampuan kita untuk menulis dan hebat dalam merangkai kata-kata, itu untuk keuntungan yang kita dapat secara personal, jika ini berlanjut untuk beberapa tahun kedepan, bukan hanya keuntungan perorangan yang  kita dapat, tapi INDONESIA PUNYA BLOGGER-BLOGGER KEREN, KREATIF, DAN SOLID!
Dan oleh sebab itu, maka jika kamu merasa adalah seorang blogger yang keren, serta kreatif, ayo semuanya ikut gabung di-BLOGGER’SSHOUT OUT, mari kita jadikan blog sebagai salah satu alat pemersatu bangsa, penyalur segala ide-ide kratif kita, dan membuktikan pada dunia, BLOGGER INDONESIA, ADALAH BLOGGER PALING SOLID, serta merubah segalanya aspek kehidupan menjadi positif ( yang terakhir rada-rada ngga nyambung )

Dan hasil dari blogwalking kemaren, buat mencari pencerahan untuk pembuatan pre-project ini, aku mendapatkan sebuah informasi keren, BSO launching pada tanggal 20 April 2012, itu tepat sekali dengan tanggal kelahiranku, hehehehe
Buat Glen yang kece *kata gue*, walaupun secara ngga sengaja, terimakasih sudah menunjuk tanggal 20 April sebagai hari kelahiran BSO, mudah-mudahan tahun selanjutnya tanggal 20 april dijadikan “HARI KEBANGKITAN BLOGGER INDONESIA” dan dijadikan hari libur nasional, mwehehehe

SALAM SOLID!!

Tuesday, 1 May 2012

Aku, Saya, Ane, Gue & Blog


Sepertinya aku benar-benar telat dalam urusan seperti ini, contoh kecilnya, ketika bermain futsal sudah tak hangat lagi, aku baru mulai memainkannya, bahkan itu bisa dihitung, setelah aku berumur 20 tahun, saat latihan yang terakhir kemaren, adalah untuk kedelapan kalinya aku bermain bola, sepanjang hidupku sampai sekarang ini baru 8 kali aku bermain bola, dan dipermainan terakhir inilah aku sukses membuat gol sepanjang sejarah hidupku, tak tanggung-tanggung, aku langsung hattrick, dan ini sama sekali ngga ada hubungannya dengan judul postingan. Hehehe



Begitu juga dengan hal yang satu ini, setelah hampir 2 tahun ngeblog, disini juga aku baru berkenalan dengan para blogger-blogger lain, sebenarnya aku sudah kenal dunia blog ketika masih sekolah SMK dipadang, saat dikelas 1 aku diajak dan diajarkan temen tentang seluk beluk internet, aku masih ingat pada saat itu, sangatlah susah mencari warnet, harus naik angkot dulu kesana-kemari, dan namanya juga anak kos, ongkos angkot 2000 perak itu bagiku sangatlah mahal, pantasnya jika bayar 2000 perak harus diantarkan pake alphard, mana billing warnet waktu itu manual lagi, harus liat jam dinding setiap saat, *jadi curhat*

akhirnya aku membuat sebuah blog, tentang aku dan teman-temanku satu angkatan, dan cukup berhenti sampai disitu saja, tak pernah aku posting lagi, dan akupun lupa username dan password-nya, itulah penyakit awal ngeblog, ketika kita akan mulai mengelola sebuah blog, akan banyak sekali inspirasi tentang apa saja yang akan kita masukkan kedalam blog itu, tetapi setelah akunnya dibuat, akan mulai datang perasaan bingung? “buat apa gue nge-blog?”, makanya terkadang, banyak dari para sahabat blogger yang ditahun pertamanya ngeblog hanya akan ada satu postingan saja sepanjang tahun, karena rasa malas untuk membuka dan mengelolanya, juga melihat antusias pengunjung yang mungkin minim, tentu saja pengunjung minim jika melihat blog yang sudah penuh dengan sarang laba-laba dan rumput liar serta semak belukar karena terlalu lama ditinggalkan.

Dan setelah blog itu ditinggalkan beberapa bulan, akan ada lagi rasa ingin menulis sesuatu didalam blog kita, contoh kecilnya lagi aku, aku memulai blog dengan 2 buah postingan dipertengahan tahun 2010, dan aku meninggalkannya beberapa bulan karena malas melanjutkannya, dan akhirnya aktif kembali, dan punya keinginan ikut bergabung dalam komunitas komunitas blogger, yang aku rasa sungguh sangat bermanfaat, untuk mecari sahabat misalnya.

Dan disinilah letak telatku lagi, mengapa aku tak dari dulu saja bergabung dengan komunitas blogger, setidaknya aku punya banyak temen dengan hobi yang sama dan bisa sharing dalam berbagai hal, ilmu dalam blogger misalnya, atau berbagi cerita. Aku menyesal kenapa tidak memulai ikut komunitas blogger dari  dulu, dan lagi contoh kecilnya, baru beberapa hari aku join beberapa komunitas dipesbuk, aku punya aktifitas baru yaitu, follow dan followback, hehehe ini meningkat setelah setahun lebih orang yang follow blog aku berhenti diangka 13, dan yang paling hangat dari semua komunitas itu adalah BLOOF, “Blog Of Friendship” sangat nyaman berada dalam komunitas ini, dan secara tidak langsung dan tidak resmi, aku adalah salah satu anggotanya, pengen sih pasang banner nya diblog aku ini, tapi aku tidak tahu dari mana bisa dapet kode script nya.

Dan selama dua tahun ini aku selalu berkunjung, kesemua blog yang sudah berpengalaman, tentunya nyari inspirasi dan referensi, bukan berarti nyontek, aku mulai mempelajarinya otodidak, dan nanya sana sini, hasilnya hanya seperti inilah, sepertinya tamplate asli blogger memang lebih cocok untuk aku setelah dulu memakai template-template yang ngga jelas, tapi sepertinya blog aku ini masih sangat berlebihan berpenampilan seperti ini, masih butuh renovasi, tolong yah sahabat semua, beri penilain, dan masukan serta kritikannya tentang penampilan blog ini.

Menyangkut masalah “Aku, Saya, Ane dan Gue”, setelah banyak berkeliling-keliling blog seindonesia, dari sinilah aku mulai memikirkan, jika dalam bahasa inggris ungkapan saya hanya ” I “ saja, hanya ketika dalam kata perintah dan kata milik saja diganti, maka diindonesia ada banyak kata untuk menunjuk diri sendiri, mulai dari bahasa yang baku sampai ke bahasa daerah,

Saya, aku, ane (arab), gue (betawi ), ambo, aden (minang), au (batak) dan banyak lainnya, yang aku fikirkan adalah, ada banyak blog diindonesia, dengan pemilik yang tentu berbeda, ada yang menggunakan aku, ada yang menggunakan saya, ada yang menggunakan gue, terkadang juga ada yang ane,
misalnya Raditya dika, dan bena, blogger mana yang ngga kenal mereka? Raditya dika sudah menggunakan kata “gue” dalam tulisan blognya sejak tahun 2002, memang awalnya itu sebuah jurnal harian dia yang juga menggunakan kata-kata dan aksen yang biasa sehari-hari dipakai dalam pergaulannya, dan ada juga ndoro kakung, menggunakan kata saya, dan banyak lain lagi contohnya, dari sahabat blogger yang selama ini aku kunjungi.

Sedangkan aku, sudah jelas sejak awal aku menggunakan kata aku dalam penulisan blog, emang rasanya rada feminim gitu memakai kata “aku”, tapi aku masih saja menggunakan kata itu entah kenapa, kemaren ini, rasanya ingin mengganti kata aku menjadi gue, tapi rasanya sangat tidak etis aku bilang gue ke diri sendiri, dan ingin aku ungkapkan, aku menggunakan kata aku diblog, kata ane di kaskus, saya aku dan gue sering aku gunakan dipesbuk dan twitter. Tapi adakah masalah dengan ini? Entahlah, ini cara khas seseorang menyampaikan sesuatu, tentu tidak ada yang salah, apakah kita harus mengklaim sebuah blog karena dia menggunakan kata akika dalam blognya?, tentu tidak itu adalah haknya, dan hak kita semua sama, mau memakai kata apapun toh tujuannya “ ini lo diriku”

Masalah lain yang timbul untuk diriku adalah, punya blog, tak jauh beda dengan punya sebuah band, bila sebuah band menyampaikan sesuatu dengan senandung dan lirik-lirik, maka blogger menyampaikan sesuatu dengan tulisan, tentu dengan ciri dan khas nya sendiri-sendiri, begitu juga dengan band, punya ciri tersendiri!

Dibalik semua itu, sebelum bermain musik, sebuah band tentu sudah menentukan, apa genre band mereka, hal yang sama, juga bagi seorang blogger, apa genre blog nya, apakah buku harian, jurnal, sharing ilmu, tugas kuliah, atau masih banyak lainnya.
Kembali lagi aku mengambil contoh dari blogger, penulis, dan comic Raditya dika, diawal ngeblog, blog adalah sarananya, menceritakan kegiatan hariannya yang absurd , disampaikan dengan gaya komedi, tapi ada juga yang melankolis, dan itulah genrenya, sampai akhirnya dia berganti genre ditahun 2007, blognya tetap menjadi sarananya bercerita tentang kesehariannya, tapi tentu juga untuk sarana promosi tentang, film, dan buku-bukunya, serta segala macam yang menyangkut kehidupannya, tapi bagiku tetaplah raditya dika punya genre komedi dalam blognya, dan itulah dirinya,

selanjutnya ada juga beberapa blog yang bergenre download men-download, postingannya berisi misalkan tentang film-film terupdate, atau software teranyar, juga triks dan tips dalam dunia teknologi informasi. Ada lagi yang meceritakan kehidupannya sehari-hari, tapi dengan bahasa yang baku puitis dan sangat melankolis, aku pernah membaca hal yang semacam itu, kalo tidak salah nama blog itu “petrichor” aku menemukannya ketika mencari referensi tentang postingan hujan, kalo ada yang pengen baca postingan hujan disini, kata-katanya lumayan membuat aku terpesona.

adalagi aku menemukan blog berjudul “symphony of elegy” berkunjunglah kesana, maka diyakinkan akan terpesona tersihir dengan kata-katanya dan berkeinginan memencet Ctrl+D, setelahnya, ada juga yang blog berisi kumpulan puisi-puisi dan sajak-sajak. Dan banyak lainnya.

Begitu pencerminannya, beda blog tentu beda orang, beda takdir, beda cara, dan pastilah berbeda.
Aku sendiripun masih tak tau, blog genre apakah blog aku ini?,  tidak masuk dalam semua kategori diatas, tapi aku punya satu blog lagi yang baru aku buat yaitu kumpulan puisi-puisi yang aku buat sendiri, meskipun jelek, yang penting PEDE abis!!! Hehehe kalo mau berkunjung keblog yang itu nama blognya Mess Melody. Mungkin Cuma itu blog aku yang punya genre, hehehe

Tapi ketika kita ngeblog, dan mencoba menjadi diri sendiri, disitulah kita dapat menikmati ngeblog, dan bagiku, diblog ini aku bisa bilang “Introducing me”, yah.. alasan kenapa aku menamainya jendela kaca? Bagiku blog ini adalah jendela kaca, siapa saja bisa melihat aku dari luar jendela kaca, dan bisa tau aku, tanpa harus menjabat tanganku,

“kamu bisa melihat aku dengan sangat jelas, dari balik JENDELA KACA