Sepertinya aku benar-benar telat dalam urusan seperti ini,
contoh kecilnya, ketika bermain futsal sudah tak hangat lagi, aku baru mulai
memainkannya, bahkan itu bisa dihitung, setelah aku berumur 20 tahun, saat
latihan yang terakhir kemaren, adalah untuk kedelapan kalinya aku bermain bola,
sepanjang hidupku sampai sekarang ini baru 8 kali aku bermain bola, dan
dipermainan terakhir inilah aku sukses membuat gol sepanjang sejarah hidupku,
tak tanggung-tanggung, aku langsung hattrick, dan ini sama sekali ngga ada
hubungannya dengan judul postingan. Hehehe

Begitu juga dengan hal yang satu ini, setelah hampir 2 tahun
ngeblog, disini juga aku baru berkenalan dengan para blogger-blogger lain,
sebenarnya aku sudah kenal dunia blog ketika masih sekolah SMK dipadang, saat
dikelas 1 aku diajak dan diajarkan temen tentang seluk beluk internet, aku
masih ingat pada saat itu, sangatlah susah mencari warnet, harus naik angkot
dulu kesana-kemari, dan namanya juga anak kos, ongkos angkot 2000 perak itu
bagiku sangatlah mahal, pantasnya jika bayar 2000 perak harus diantarkan pake
alphard, mana billing warnet waktu itu manual lagi, harus liat jam dinding
setiap saat, *jadi curhat*
akhirnya aku membuat sebuah blog, tentang aku dan
teman-temanku satu angkatan, dan cukup berhenti sampai disitu saja, tak pernah
aku posting lagi, dan akupun lupa username dan password-nya, itulah penyakit
awal ngeblog, ketika kita akan mulai mengelola sebuah blog, akan banyak sekali
inspirasi tentang apa saja yang akan kita masukkan kedalam blog itu, tetapi
setelah akunnya dibuat, akan mulai datang perasaan bingung? “buat apa gue
nge-blog?”, makanya terkadang, banyak dari para sahabat blogger yang ditahun
pertamanya ngeblog hanya akan ada satu postingan saja sepanjang tahun, karena
rasa malas untuk membuka dan mengelolanya, juga melihat antusias pengunjung
yang mungkin minim, tentu saja pengunjung minim jika melihat blog yang sudah
penuh dengan sarang laba-laba dan rumput liar serta semak belukar karena
terlalu lama ditinggalkan.
Dan setelah blog itu ditinggalkan beberapa bulan, akan ada
lagi rasa ingin menulis sesuatu didalam blog kita, contoh kecilnya lagi aku,
aku memulai blog dengan 2 buah postingan dipertengahan tahun 2010, dan aku
meninggalkannya beberapa bulan karena malas melanjutkannya, dan akhirnya aktif
kembali, dan punya keinginan ikut bergabung dalam komunitas komunitas blogger,
yang aku rasa sungguh sangat bermanfaat, untuk mecari sahabat misalnya.
Dan disinilah letak telatku lagi, mengapa aku tak dari dulu
saja bergabung dengan komunitas blogger, setidaknya aku punya banyak temen
dengan hobi yang sama dan bisa sharing dalam berbagai hal, ilmu dalam blogger
misalnya, atau berbagi cerita. Aku menyesal kenapa tidak memulai ikut komunitas
blogger dari dulu, dan lagi contoh
kecilnya, baru beberapa hari aku join beberapa komunitas dipesbuk, aku punya
aktifitas baru yaitu, follow dan followback, hehehe ini meningkat setelah
setahun lebih orang yang follow blog aku berhenti diangka 13, dan yang paling
hangat dari semua komunitas itu adalah BLOOF, “Blog Of Friendship” sangat
nyaman berada dalam komunitas ini, dan secara tidak langsung dan tidak resmi,
aku adalah salah satu anggotanya, pengen sih pasang banner nya diblog aku ini,
tapi aku tidak tahu dari mana bisa dapet kode script nya.
Dan selama dua tahun ini aku selalu berkunjung, kesemua blog
yang sudah berpengalaman, tentunya nyari inspirasi dan referensi, bukan berarti
nyontek, aku mulai mempelajarinya otodidak, dan nanya sana sini, hasilnya hanya
seperti inilah, sepertinya tamplate asli blogger memang lebih cocok untuk aku
setelah dulu memakai template-template yang ngga jelas, tapi sepertinya blog
aku ini masih sangat berlebihan berpenampilan seperti ini, masih butuh
renovasi, tolong yah sahabat semua, beri penilain, dan masukan serta
kritikannya tentang penampilan blog ini.
Menyangkut masalah “Aku, Saya, Ane dan Gue”, setelah banyak
berkeliling-keliling blog seindonesia, dari sinilah aku mulai memikirkan, jika
dalam bahasa inggris ungkapan saya hanya ” I “ saja, hanya ketika dalam kata
perintah dan kata milik saja diganti, maka diindonesia ada banyak kata untuk
menunjuk diri sendiri, mulai dari bahasa yang baku sampai ke bahasa daerah,
Saya, aku, ane (arab), gue (betawi ), ambo, aden (minang),
au (batak) dan banyak lainnya, yang aku fikirkan adalah, ada banyak blog
diindonesia, dengan pemilik yang tentu berbeda, ada yang menggunakan aku, ada
yang menggunakan saya, ada yang menggunakan gue, terkadang juga ada yang ane,
misalnya Raditya dika, dan bena, blogger mana yang ngga
kenal mereka? Raditya dika sudah menggunakan kata “gue” dalam tulisan blognya
sejak tahun 2002, memang awalnya itu sebuah jurnal harian dia yang juga
menggunakan kata-kata dan aksen yang biasa sehari-hari dipakai dalam
pergaulannya, dan ada juga ndoro kakung, menggunakan kata saya, dan banyak lain
lagi contohnya, dari sahabat blogger yang selama ini aku kunjungi.
Sedangkan aku, sudah jelas sejak awal aku menggunakan kata
aku dalam penulisan blog, emang rasanya rada feminim gitu memakai kata “aku”,
tapi aku masih saja menggunakan kata itu entah kenapa, kemaren ini, rasanya
ingin mengganti kata aku menjadi gue, tapi rasanya sangat tidak etis aku bilang
gue ke diri sendiri, dan ingin aku ungkapkan, aku menggunakan kata aku diblog,
kata ane di kaskus, saya aku dan gue sering aku gunakan dipesbuk dan twitter.
Tapi adakah masalah dengan ini? Entahlah, ini cara khas seseorang menyampaikan
sesuatu, tentu tidak ada yang salah, apakah kita harus mengklaim sebuah blog
karena dia menggunakan kata akika dalam blognya?, tentu tidak itu adalah
haknya, dan hak kita semua sama, mau memakai kata apapun toh tujuannya “ ini lo
diriku”
Masalah lain yang timbul untuk diriku adalah, punya blog,
tak jauh beda dengan punya sebuah band, bila sebuah band menyampaikan sesuatu
dengan senandung dan lirik-lirik, maka blogger menyampaikan sesuatu dengan
tulisan, tentu dengan ciri dan khas nya sendiri-sendiri, begitu juga dengan
band, punya ciri tersendiri!
Dibalik semua itu, sebelum bermain musik, sebuah band tentu
sudah menentukan, apa genre band mereka, hal yang sama, juga bagi seorang
blogger, apa genre blog nya, apakah buku harian, jurnal, sharing ilmu, tugas
kuliah, atau masih banyak lainnya.
Kembali lagi aku mengambil contoh dari blogger, penulis, dan
comic Raditya dika, diawal ngeblog, blog adalah sarananya, menceritakan
kegiatan hariannya yang absurd , disampaikan dengan gaya komedi, tapi ada juga
yang melankolis, dan itulah genrenya, sampai akhirnya dia berganti genre
ditahun 2007, blognya tetap menjadi sarananya bercerita tentang kesehariannya,
tapi tentu juga untuk sarana promosi tentang, film, dan buku-bukunya, serta
segala macam yang menyangkut kehidupannya, tapi bagiku tetaplah raditya dika
punya genre komedi dalam blognya, dan itulah dirinya,
selanjutnya ada juga beberapa blog yang bergenre download
men-download, postingannya berisi misalkan tentang film-film terupdate, atau
software teranyar, juga triks dan tips dalam dunia teknologi informasi. Ada
lagi yang meceritakan kehidupannya sehari-hari, tapi dengan bahasa yang baku
puitis dan sangat melankolis, aku pernah membaca hal yang semacam itu, kalo tidak
salah nama blog itu “petrichor” aku menemukannya ketika mencari referensi
tentang postingan hujan, kalo ada yang pengen baca postingan hujan disini, kata-katanya
lumayan membuat aku terpesona.
adalagi aku menemukan blog berjudul “symphony of elegy”
berkunjunglah kesana, maka diyakinkan akan terpesona tersihir dengan
kata-katanya dan berkeinginan memencet Ctrl+D, setelahnya, ada juga yang blog
berisi kumpulan puisi-puisi dan sajak-sajak. Dan banyak lainnya.
Begitu pencerminannya, beda blog tentu beda orang, beda
takdir, beda cara, dan pastilah berbeda.
Aku sendiripun masih tak tau, blog genre apakah blog aku
ini?, tidak masuk dalam semua kategori
diatas, tapi aku punya satu blog lagi yang baru aku buat yaitu kumpulan
puisi-puisi yang aku buat sendiri, meskipun jelek, yang penting PEDE abis!!!
Hehehe kalo mau berkunjung keblog yang itu nama blognya Mess Melody. Mungkin
Cuma itu blog aku yang punya genre, hehehe
Tapi ketika kita ngeblog, dan mencoba menjadi diri sendiri,
disitulah kita dapat menikmati ngeblog, dan bagiku, diblog ini aku bisa bilang
“Introducing me”, yah.. alasan kenapa aku menamainya jendela kaca? Bagiku blog
ini adalah jendela kaca, siapa saja bisa melihat aku dari luar jendela kaca,
dan bisa tau aku, tanpa harus menjabat tanganku,
“kamu bisa melihat aku dengan sangat jelas, dari balik JENDELA KACA”